Pilpres 2019

Haris Azhar Desak Elite Politik Kubu Jokowi dan Prabowo Bertanggung Jawab Atas Kerusuhan 22 Mei

Haris Azhar tanggapi aksi kerusuhan yang ada di Jakarta pada 21-22 Mei meminta Jokowi dan Prabowo serta elite politik bertanggung jawab.

Haris Azhar Desak Elite Politik Kubu Jokowi dan Prabowo Bertanggung Jawab Atas Kerusuhan 22 Mei
KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA
Jokowi dan Prabowo sempat bergandengan tangan saat deklarasi kampanye damai yang digelar KPU di Lapangan Monas, 23 September 2018. 

TRIBUNWOW.COM - Pengamat politik yang juga aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Haris Azhar memberikan tanggapan terkait aksi kerusuhan yang ada di Jakarta pada 21-22 Mei.

Tanggapan Haris tersebut ia sampaikan melalui pers rilis Lokataru Fondation yang merupakan kantor hukum dari HAM, Kamis (23/5/2019).

Haris mengatakan sejumlah lembaga bantuan hukum seperti KontraS, Lokataru, dan LBH Jakarta sangat mengecam sikap elite politik yang dianggap bertanggung jawab dalam aksi 22 Mei, baik dari kubu Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto.

Kerusuhan Aksi 22 Mei di Jakarta, PP PMKRI Desak Aktor Intelektualnya Ditangkap

Menurutnya, pernyataan dari kedua kubulah yang membuat adanya kekerasan yang menewaskan sejumlah orang.

"Mengecam sikap dan pernyataan elite politik, baik dari kubu pemerintah maupun kubu Prabowo – Sandiaga Uno yang terus memanaskan suasana dan mengakselerasi kekerasan," tulisnya.

"Alih-alih mendinginkan suasana, pernyataan kedua kubu justru semakin memperburuk situasi sejak sebelum dan setelah penetapan pemenang Pilpres oleh KPU," tambahnya.

Haris Azhar juga mengkritisi soal pembatasan akses informasi yang sempat dilontarkan melalui Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara.

Menurutnya, pembatasan akses tersebut tak membantu meredam situasi yang sempat memanas dalam dua hari tersebut.

Kominfo Batasi Penggunaan Media Sosial, Menkominfo Rudiantara: Saya Merasakan Dampak yang Saya Buat

Selain itu, pernyataan dari Menkopolhukam Wiranto dan Dewan Kehormatan PAN Amien Rais juga dianggap menambah sentimen di lapangan.

Atas hal-hal tersebut, pihaknya bersama beberapa lembaga hukum mendesak pihak kepolisian memberikan jaminan keamanan.

"Kami menyerukan kepada pihak Kepolisian untuk tetap menjadikan prinsip-prinsip proporsionalitas, serta penghormatan, penghargaan," tulisnya.

Lalu, pihaknya juga meminta para elite politik agar menghentikan pernyataan dan kebijakan yang bisa memicu kekerasan.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved