Berawal dari Desa Miskin, Akhirnya Umbul Ponggok Mampu Berkembang hingga Jadi Tempat Wisata

Tempat wisata umbul Ponggok 18 tahun lalu dikenal sebagai kawasan yang mayoritas penduduknya berasal dari kalangan tak mampu.

Berawal dari Desa Miskin, Akhirnya Umbul Ponggok Mampu Berkembang hingga Jadi Tempat Wisata
TRIBUN-VIDEO.COM/Gulang Chandra
Joko Winarno (Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok) dalam acara Ngobrol Mewah (Mepet Sawah) di gedung Tribunnews Solo, Kamis (23/5/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Tempat wisata Umbul Ponggok yang berada di Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah,  18 tahun lalu dikenal sebagai kawasan yang mayoritas penduduknya berasal dari kalangan tak mampu.

Namun, Umbul Ponggok kini mampu membawa nama daerahnya hingga dikenal di mata publik sebagai tempat wisata yang cukup menarik.

Joko Winarno, Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok menyebutkan bahwa pada dasarnya Umbul Ponggok memang hanya dipergunakan warga untuk kepentingan mandi dan cuci.

Keterangan tersebut diungkapkan Joko dalam kajian Ngobrol Mewah (Mepet Sawah) dengan tajuk 'Mengenali Harta Karun Wisata Solo dan Sekitarnya' yang digelar di gedung Tribunnews Solo, Kamis (23/5/2019).

Sudah Kantongi Identitas Terduga Pembakar Polsek Tambelangan, Kapolda Jatim: Ada Nama dan Fotonya

 

Joko Winarno (Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok), Muhammad Thoric (Owner @kulinerdisolo dan @solo.nganeni), Gerry Prayudi (Owner @surakartakita soloraya), dan Daryono (Waket Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng) dalam acara Ngobrol Mewah (Mepet Sawah) di gedung Tribunnews Solo, Kamis (23/5/2019).
Joko Winarno (Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok), Muhammad Thoric (Owner @kulinerdisolo dan @solo.nganeni), Gerry Prayudi (Owner @surakartakita soloraya), dan Daryono (Waket Asosiasi Travel Agent Indonesia (Asita) Jateng) dalam acara Ngobrol Mewah (Mepet Sawah) di gedung Tribunnews Solo, Kamis (23/5/2019). (TRIBUN-VIDEO.COM/Gulang Chandra)

"Umbul Ponggok yang tadinya hanya untuk mandi, cuci, seperti kehidupan di kampung pada umumnya. Karena dulu kami ramenya itu event setahun sekali," kata Joko.

Kawasan Umbul Ponggok memang ramai menjelang bulan puasa, terutama untuk menjalankan ritual adat 'Padusan', yakni membersihkan diri sebelum bulan puasa tiba.

 Menjelang puasa seperti ini, padusan. Jadi kami dulu hanya ramainya seperti itu," terangnya.

Tak Rela Rumahnya Jatuh ke Tangan Mantan Istri, Pria Ini Pilih Menghancurkan Tempat Tinggalnya

Namun seiring perkembangan jaman, Joko dan para warga yang lain kemudian mencoba mengikuti tren yang sedang berkembang, yakni berfoto baik swafoto maupun foto di lokasi yang dianggap menarik.

Kemudian muncullah ide untuk membuat tempat pariwisata di mana pengunjung dapat mengabadikan fotonya ketika berada di dalam air.

"Tapi dengan adanya penggalangan potensi, kreatifitas muncul, karena banyak mengikuti teman-teman ini, yang milenial, yang suka foto selfie instagramable. Yang tadinya foto di gunung, di pantai, di laut, kami fotonya di dalam air," ujarnya.

Tak disangka, ide tersebut dapat diterima oleh masyarakat hingga kini nama Umbul Ponggok santer terdengar sebagai satu di antara destinasi wisata yang patut untuk dikunjungi.

"Dan tentunya ini sebuah inovasi, dan ternyata Alhamdulillah mampu diterima khalayak umum yang jadi dari bulan ke bulan, tahun ke tahun, kami tumbuh," sebut Joko.

(TribunWow.com/Laila Zakiyya)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved