Pilpres 2019

Din Syamsuddin Sebut BPN Perlu Buktikan Adanya Kecurangan Pemilu: Kalau Tidak Benar, Itu Fitnah

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai perlunya pihak BPN Prabowo-Sandi membuktikan adanya kecurangan dalam Pemilu.

Din Syamsuddin Sebut BPN Perlu Buktikan Adanya Kecurangan Pemilu: Kalau Tidak Benar, Itu Fitnah
Ist/Tribunnews.com
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menilai perlunya pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk membuktikan adanya kecurangan dalam pelaksanaan Pemilu 2019.

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, hal tersebut perlu dilakukan agar tuduhan yang disampaikan BPN itu memiliki bukti, bukan hanya menjadi fitnah saja.

Tak hanya itu, jika kecurangan dari kubu 01 itu terbukti benar, maka persoalan harus segera diluruskan agar tak menjadikan Pemilu 2019 ini menjadi cacat konstitusi.

Jimly Beberkan Pendapatnya soal Beda Pilpres 2014 dan 2019, Sebut Pembelahan Makin Berbasis SARA

"Maka tuduhan-tuduhan itu verifikasi saja. Kalau nanti tidak benar tuduhan oleh Paslon 02, BPN, itu fitnah. Itu fitnah. Dan kalau dia yang memimpin, itu fitnah akan berkepanjangan dalam tubuh bangsa ini," kata Din Syamsuddin dalam acara Kajian Ramadhan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jawa Timur di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (19/5/2019).

"Tapi kalau tuduhan-tuduhan itu benar, benar adanya dapat dibuktikan. Harus diluruskan. Dan kalau ini yang tampil, di atas kecurangan-kecurangan itu namanya musibah. Dan bangsa ini akan mengalami musibah yang berkepanjangan pula. Maka harus ditarik ke titik kebenaran," jelasnya.

Din Syamsuddin lantas meminta kepada seluruh pihak agar tidak perlu timbul keributan terkait Pemilu 2019.

Ia menyebutkan, pihak yang menuduh adanya pihak yang curang itu harus bisa membuktikannya.

Sementara di lain pihak, KPU sebagai penyelenggara pemilu juga harus bisa berlaku adil dan jujur.

Prabowo Sempat Nyatakan akan Tolak Hasil Pilpres KPU, BPN Tetap akan Ikuti Rekapitulasi 22 Mei Nanti

"Saya mendorong, jangan ribut-ribut. Jangan ramai-ramai. Jangan berantem. Apalagi sesama kita. Tetapi tegakkan kejujuran dan keadilan. Buka sebuka bukanya, mana bukti anda. Nanti baru ketahuan. Terima-lah apa adanya," papar Din Syamsuddin.

"Kalau Pak Jokowi sama Kiai Ma'ruf Amin terpilih ya legowo setelah proses itu. Kalau misalnya nanti Prabowo-Sandi, ya legowo setelah proses itu. Itu akan membawa bangsa ini kepada kebaikan," imbuh dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved