Pilpres 2019

Din Syamsuddin Nyatakan Sikap Tak akan Ikut Aksi People Power: Itu Bukan Cara Saya

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan sikapnya terkait pelaksanaan aksi people power atau aksi kedaulatan rakyat.

Din Syamsuddin Nyatakan Sikap Tak akan Ikut Aksi People Power: Itu Bukan Cara Saya
KOMPAS.com/Andi Hartik
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin saat menghadiri Muktamar XVIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (3/8/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin, menyatakan sikapnya terkait pelaksanaan aksi people power atau yang disebut juga aksi kedaulatan rakyat.

Diberitakan TribunWow.com dari Kompas.com, Din Syamsuddin menyebutkan bahwa dirinya tak akan mengikuti aksi tersebut.

Ia menilai aksi people power bukanlah cara yang tepat untuknya.

Namun, Din Syamsuddin menegaskan, aksi people power itu merupakan hak konstitusional.

Din Syamsuddin Sebut BPN Perlu Buktikan Adanya Kecurangan Pemilu: Kalau Tidak Benar, Itu Fitnah

"Saya ditanya wartawan tentang people power, itu hak konstitusional tapi saya tidak akan ikut. Karena itu bukan cara saya. Saya ingin menyuarakan kebenaran," kata Din Syamsuddin dalam acara Kajian Ramadhan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWMU) Jawa Timur di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Minggu (19/5/2019).

Din Syamsuddin memaparkan, dirinya sudah menyampaikan sikapnya terkait rencana aksi people power ini kepada semua pihak, baik pada Komisi Pemilihan Umum (KPU), kubu pasangan calon 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, dan kubu pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut dia, saat ini yang paling utama adalah untuk menjaga keutuhan berbangsa.

Karenanya, siapapun yang dinyatakan menang dalam Pemilu 2019 ini, maka harus bisa diterima dengan baik.

Pengawal Pribadi Beberkan Keberadaan Prabowo yang Viral Disebut Pergi ke Luar Negeri

"Kepada kawan-kawan KPU saya sampaikan. Kepada sahabat-sahabat di tim 01 dan 02 saya sampaikan juga. Saya ingin berada di posisi itu. Meskipun saya punya pilihan politik tapi keutuhan bangsa ini harus yang utama bagi kita semua," jelasnya.

"Siapapun yang menang ya sudah lah. Itu adalah hasil. Sambil saya akan memelopori amandemen Undang-Undang 1945," sambung dia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved