Kenaikan Tarif Ojek Online akan Mendorong Inflansi 20 hingga 30 Persen

Kenaikan tarif ojek online sejak 1 Mei lalu, diperkirakan akan mendongkrak inflansi 20 hingga 30 persen.

Jika tarif dari aplikator naik, maka penjualan pun akan semakin menyurut dan tidak mampu menyumbang pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen lagi.

Meghan Markle Lahirkan Bayi Laki-laki, Pangeran Harry Resmi Menjadi Ayah

"Kalau ditambah sektor-sektor kunci lain yang juga membantu meningkatkan perekonomian, maka dampaknya akan semakin besar akibat kenaikan tarif ini," ungkap Fithra.

Fithra pun mengungkap, bila faktor-faktor pertumbuhan ekonomi dipreteli satu-persatu, maka bukan tidak mungkin Indonesia harus stagnan di angka pertumbuhan di bawah 5 persen.

"Kalau satu-satu pertumbuhan ini dipreteli, maka bisa jadi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa sampai 5 persen. Bisa jadi. Jika melihat dampak-dampaknya, saya rasa ini patut dievaluasi," tandasnya.

Apalagi, efek kenaikan tarif transportasi tidak bisa dibilang sebentar.

Sebab, kenaikan tiket pesawat pada bulan November hingga Desember 2018 pun dampaknya masih terasa hingga Februari 2019.

Jika kenaikan tarif ini berlangsung lama, Fithra menyebut hal ini akan memberikan kontraksi akut terhadap perekonomian yang mencapai Rp 30 sampai Rp 40 triliun.

"Pada akhirnya, Indonesia akan berpotensi kehilangan bisnis tertentu yang menjadi salah satu sumber perekonomian," kata Fithra. (Fika Nurul Ulya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ekonom: Kenaikan Tarif Ojol Berbarengan Ramadhan Dongkrak Inflasi 

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved