Terkini Internasional
Peringatan Hari Bidan Sedunia Jatuh pada Hari Ini, Berikut Sejarah Ringkasnya
Setiap tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Bidan Internasional atau Internasioanl Day of Midwife (IDM).
Editor: Rusintha Mahayusanty Nugrahaningtyas
TRIBUNWOW.COM - Setiap tanggal 5 Mei diperingati sebagai Hari Bidan Internasional atau Internasioanl Day of Midwife (IDM).
Dikutip dari berbagai sumber, penetapan tanggal 5 Mei sebagai Hari Bidan Sedunia sudah dimulai sejak tahun 80-an, tetapi secara formal diresmikan pada tahun 1992.
Salah satu tujuan diperingatinya Hari Bidan Sedunia ini adalah untuk mengkampanyekan peran penting bidan dalam kehidupan manusia terutama yang berhubungan dengan persalinan dan juga kesehatan reproduksi.
Selain mengurusi ibu yang tengah melahirkan, bidan juga berperan penting dalam mengontrol janin saat masih dalam kandungan, secara aktif bidan harus mampu memberikan pengetahuan seputar kesehatan kehamilan dan janin pada ibu yang mengandung.
• Mantan Bidan di Blitar Digerebek Diduga Buka Praktik Aborsi, Terungkap Patok Tarif hingga Rp 5 Juta
• Terungkap Kasus Pemerkosaan Bidan YL, Pelaku Jelaskan Kronologi Sesungguhnya
Hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan terus bersinergi bersama ikatan bidan seluruh Indonesia terutama Bidan Desa untuk memperkecil angka kematian saat melahirkan.
Seorang bidan adalah bagian yang berperan penting dari perjuangan seorang ibu untuk melahirkan buah hatinya ke dunia. Semoga para bidan di seluruh dunia semakin bisa bersikap profesional dan kompeten dalam melaksanakan tugas mulia dan mempersiapkan masa depan untuk anak-anak di Dunia.
Di Indonesia sendiri kebidanan di perkenalkan dan di pelopori oleh seorang seorang dokter militer belanda dr. W. Bosch pada tahun 1851. Saat itu Indonesia sendiri masih dalam masa penjajahan oleh colonial Belanda.
• Jadwal Imsakiah untuk Bulan Puasa Ramadan 2019/1440 Hijriyah di Wilayah DKI Jakarta
• Jadwal Imsakiah untuk Bulan Puasa Ramadan 2019/1440 Hijriyah di Wilayah Makassar
Beliau membuka pendidikan bidan bagi wanita pribumi di Batavia (sekarang Jakarta). Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena sedikitnya jumlah peserta didik yang di sebabkan oleh larangan-larangan dan batasan-batasan terhadap wanita saat itu.
Pada tahunan 1902 pendidikan bidan dibuka kembali bagi wanita pribumi di rumah sakit militer di batavia dan pada tahun 1904 pendidikan bidan bagi wanita indo dibuka di Makasar.
Lulusan dari pendidikan ini harus bersedia untuk ditempatkan dimana saja tenaganya dibutuhkan dan mau menolong masyarakat yang tidak/kurang mampu secara cuma-cuma. Lulusan ini mendapat tunjangan dari pemerintah kurang lebih 15-25Gulden per bulan. Kemudian dinaikkan menjadi 40 Gulden per bulan (tahun 1922). (Maudy Asri Gita Utami)
Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul Yuk Peringati Hari Bidan Sedunia 5 Mei Nanti, Ini Sejarah Ringkasnya
KABAR APA HARI INI:
WOW TODAY:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/hari-bidan-sedunia.jpg)