Viral Medsos

Viral di Twitter Rancangan Desain Istana Negara di Palangkaraya, Ini Fakta di Baliknya

Sebuah rancangan gedung yang disebut akan menjadi Istana Negara di Palangkaraya viral di media sosial, berikut faktanya.

Viral di Twitter Rancangan Desain Istana Negara di Palangkaraya, Ini Fakta di Baliknya
Google Maps
Peta Palangkaraya yang disebut akan jadi Ibu Kota 

TRIBUNWOW.COM - Sebuah rancangan gedung yang disebut akan menjadi Istana Negara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, viral di media sosial.

Rancangan itu diunggah menyusul rencana perpindahan Ibu Kota dari Jakarta ke kota lain di luar pulau Jawa.

Foto rancangan yang viral itu turut diunggah oleh akun Twitter @PakatDayak, Kamis (2/5/2019).

Rancangan itu terlihat megah dengan foto dari atas.

Desainnya berbentuk lambang negara yakni burung garuda.

Soal Ibu Kota Pindah, Ngabalin Sebut Pemerintah Buat Karya Besar: Jokowi Ingin Tunjukkan ke Publik

Selain itu, di tengah bangunan, ada pula 5 lambang Pancasila.

Bangunan itu juga tampak dikelilingi oleh hijaunya tumbuhan-tumbuhan.

Di bangunan utama terlihat dari ekor lambang burung garuda yang megah.

"Rancangan Istana negara di Palangkaraya.

#TNIPolriJagaIndonesia," tulis akun @PakatDayak.

Rancangan yang disebut akan digunakan untuk pemindahan ibu kota
Rancangan yang disebut akan digunakan untuk pemindahan ibu kota (Twitter @PakatDayak)

Namun, diketahui rancangan yang dituliskan akan menjadi Istana Negara di Palangkaraya itu merupakan bangunan lama.

Dilansir oleh Kompas.com, Kamis (2/5/2019) bangunan tersebut merupakan gedung Graha Garuda Tiara Indonesia.

Gedung tersebut adalah jejak peninggalan Presiden Soeharto yang terletak di Bogor.

Sejak tahun 2015, bangunan itu sudah rata dengan tanah.

Yang tersisa hanyalah hamparan luas tanah merah.

Soal Rencana Pemindahan Ibu Kota, Jusuf Kalla: Cita-citanya Jakarta Jadi seperti New York

Gedung ini terakhir difungsikan pada tahun 1990-an untuk pertemuan para menteri.

Diketahui, kawasan sekitar gedung yang tampak asri di gambar merupakan perkebunan karet.

Seorang warga yang tinggal di area itu mengatakan pembongkaran gedung dimulai pada tahun 2014.

Meski tak ada penolakan dari warga, pembongkaran simbol kebanggaan era Pak Harto tersebut sempat menuai protes.

"Dulu didemo pas dibongkar karena tanah yang dikeruk itu bikin debu di jalan (Narogong). Kadang orang suka kecelakaan, karena licin pas hujan," ujar seorang warga yang tak sibutkan namanya.

Pemerintah Wacanakan Ibu Kota Pindah dari Jakarta, Kepala Bappenas Ungkap 3 Alasan Utamanya

Nasib Jakarta jika Ibu Kota Pindah

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyetujui opsi pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke luar Jawa dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (29/4/2019).

Lantas, bagaiamana nasib DKI Jakarta jika ibu kota pindah?

Dikutip dari Kompas.com, ada beberapa hal yang tidak akan berubah di Jakarta.

Hal itu diungkap oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Anies menyebut, pembangunan di Jakarta akan tetap berlanjut dan tidak akan berhenti.

 Digagas Soekarno dan Kini Direalisasikan Jokowi, Apakah Palangkaraya akan Jadi Ibu Kota Baru RI?

"Tadi saya sampaikan juga dalam rapat bahwa pemerintahan di Jakarta atau luar Jakarta, masalah-masalah yang ada di Jakarta tetap harus diselesaikan," kata Anies seusai rapat terbatas terkait pemindahan Ibu Kota di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/4/2019).

"Jadi tadi dalam pertemuan ini Presiden menegaskan bahwa pembicaraan mengenai Ibu Kota tidak ada hubungannya dengan rencana pembangunan besar-besaran di Jakarta. Rencana pembangunan besar-besaran di Jakarta tetap jalan terus," sambungnya.

Selain itu, menurut Anies Baswedan, Jakarta akan tetap macet.

Sehingga, solusi memindahkan ibu kota negara, tidak akan mengurangi persoalan di Jakarta.

"Jadi perpindahan ibu kota tidak otomatis mengurangi kemacetan, karena kontributor kemacetan di Jakarta adalah kegiatan rumah tangga dan kegiatan swasta. Bukan kegiatan pemerintah," kata Anies.

Terkait kegiatan ekonomi, Anies juga menyebut tidak akan mengalami perubahan.

 Beda Respons BPN dan TKN soal Rencana Jokowi Pindahkan Ibu Kota dari Jakarta

"Jadi yang pindah itu hanya kegiatan administrasi pemerintahan di kantor-kantor kementerian. Jadi bukan memindahkan kegiatan perekonomannya di luar. Perekonomian dan lain-lain tetap di Jakarta," ungkapnya.

Hal senada juga diungkap oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

Dilansir oleh situs Setkab, Bambang mengatakan Ibu Kota baru tersebut nantinya hanya akan difungsikan sebagai pemerintahan, Senin (29/4/2019).

Yakni eksekutif, eksekutif, kementerian/lembaga, legislatif parlemen (MPR/DPR/DPD), kemudian yudikatif; kejaksaan, Mahkamah Konstitusi (MK) dan lain-lain.

Serta pertahanan keamanan seperti Polri-TNI, juga kedutaan besar dan perwakilan organisasi internasional yang ada di Indonesia.

 Jokowi Putuskan Ibu Kota Indonesia Dipindah ke Luar Jawa, 3 Provinsi Ini Jadi Kandidat, Mana Saja?

Lalu, untuk lembaga seperti fungsi jasa keuangan, perdagangan dan industri diusulkan akan tetap berada di Jakarta.

Konsep pemindahan dengan fungsi tersebut menurut Bambang sudah diterapkan di negara-negara lain.

“Ini konsep yang kita coba tiru dari beberapa best practice yang sudah dilakukan di negara lain,” ucap Bambang.

“Jakarta tetap akan menjadi pusat bisnis bahkan harus sudah menjadi pusat bisnis yang levelnya regional atau level Asia Tenggara,” tambahnya.

Alasan pemindahan ibu kota

Pemindahan ibu kota dari Provinsi DKI Jakarta berkaitan dengan fakta bahwa pembangunan di Indonesia kian tak merata.

Seperti dikutip dari Kompas.com, pemindahan ibu kota ke wilayah lain hanya akan memindahkan pusat pemerintahan.

Di sana juga akan dibangun Kantor Presiden serta kantor kementerian.

Sementara, Jakarta akan menjadi pusat bisnis serta keuangan.

Selain itu, kepentingan global juga menjadi alasan pemindahan Ibu Kota.

 Tanggapan BPN soal Wacana Pemindahan Ibu Kota: Ini Pekerjaan Minimal 15-20 Tahun

"Sebagai negara besar dalam menyongsong kepentingan kompetisi global," ujar Jokowi, Senin (29/4/2019), dikutip dari Tribunnews.com.

Sementara itu, terkait kesiapan, Jokowi mengatakan butuh persiapan dari segi lokasi hingga pembiayaan.

"Kita ingin berpikir visioner untuk kemajuan negara ini. Memindahkan ibu kota memerlukan persiapan yang matang, persiapan yang detail, baik dari sisi pilihan lokasi yang tepat, termasuk dengan memperhatikan aspek geopolitik, geostrategis, kesiapan infrastruktur pendukungnya dan juga soal pembiayaannya," tutur Jokowi.

Jokowi pun optimis pemindahan ibu kota ini berjalan dengan lancar sesuai dengan persiapan yang baik.

"Saya meyakini, Isya Allah kalau dari awal kita persiapan dengan baik maka gagasan besar ini akan bisa kita wujudkan," sambung Jokowi.

Kandidat lokasi yang ramai disebut menggantikan Jakarta di antaranya Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved