Kasus Korupsi

Setya Novanto Terpergok di Rumah Makan Padang, Ini Tanggapan Ditjen Pas

Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto kedapatan sempat berada di rumah makan Padang di sekitar RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Setya Novanto Terpergok di Rumah Makan Padang, Ini Tanggapan Ditjen Pas
Tribunjabar.id/Mega Nugraha
Setya Novanto memamerkan jarinya di Lapas Sukamiskin. Pencoblosan digelar di halaman dalam dekat gedung blok utara Lapas Sukamiskin, dengan ?menyediakan dua TPS yakni TPS 65 dan 75. 

TRIBUNWOW.COM - Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto, kedapatan sempat berada di sebuah rumah makan Padang di sekitar Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Padahal, Setnov yang merupakan terpidana kasus korupsi proyek pengadaan KTP-el harusnya sedang menjalani hukuman pidana penjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Jawa Barat.

Dikutip TribunWow.com dari YouTube metrotvnews, Senin (29/4/2019), Kabag Humas Ditjen Pas, Ade Kusmanto menjelaskan, Setnov memang tengah mendapatkan izin keluar lapas untuk pemeriksaan dari sakitnya.

KPK akan Terapkan Survei Penilaian Integritas untuk Identifikasi Area Rentan Korupsi

"Pak Setnov sedang menjalani perwawatan medis, yaitu rujukan terencana. Karena menurut rekomendasi dari dokter lapas Sukamiskin, yang bersangkutan sakit," kata Ade.

Ade mengaku, dirinya juga baru mendengar kabar terkait Setnov yang kedapatan di sebuah rumah makan padang itu.

"Kalaupun itu terjadi, kita akan tindak lanjuti apa yang menjadi penyebabnya Pak Setnov ada di tempat tersebut," tegas dia.

Sementara itu mengutip Tribunnews.com, pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hajar menilai keberadaan Setnov di luar lapas patut untuk dipertanyakan.

"Pertanyaannya apakan SN benar tidak sehat sehingga harus dibawa keluar atau ke rumah sakit yang kemudian dia makan di warung padang?" kata Fickar, saat dihubungi, Selasa (30/4/2019).

Diduga Terjadi Transaksi Pengadaan Proyek Pemerintah, KPK Tangkap Bupati Kepulauan Talaud

Fickar menyebutkan, ada sejumlah orang yang perlu ditanyai terkait diperbolehkannya Novanto ke luar lapas.

Pertama adalah dokter di lapas yang memberi rekomendasi dan kedua yaitu kepala lapas atau petugas yang bersangkutan.

"Serta dipertanyakan sejauh mana pengawasan dan pengamatan pengadilan dalam pelaksanaan hukuman para Napi," kata dia.

(TribunWow.com)

WOW TODAY

Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved