Breaking News:

Pilpres 2019

Lukman Edy Jelaskan Wacana Jokowi saat Bahas PAN dan Demokrat Pindah ke 01, Sebut Pesan SBY

Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Lukman Edy angkat bicara terkait ramai PAN dan Demokrat yang disebut-sebut berkemungkinan bergabung dengan kubu Jokowi.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Capture Youtube KompasTV
Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Lukman Edy angkat bicara terkait ramai PAN dan Demokrat yang disebut-sebut berkemungkinan bergabung dengan kubu Jokowi. 

TRIBUNWOW.COM - Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Lukman Edy angkat bicara terkait ramai PAN dan Partai Demokrat yang disebut-sebut berkemungkinan bergabung dengan kubu Jokowi.

Hal tersebut disampaikan Lukman Edy dalam Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Selasa (30/4/2019).

"Kami diminta Pak Jokowi mengembangkan wacana. Wacana apa itu? Wacananya adalah untuk membangun Indonesia ke depan. Enggak boleh Indonesia ini milik satu kelompok saja, satu golongan saja, ini harus jadi milik kita bersama," Lukman Edy membuka penjelasannya.

Jelang May Day, Jokowi Sambangi Pabrik Sepatu dan Makan Siang bersama Buruh di Banten

Ia lantas membahas soal PAN.

"Perbincangan soal PAN misalnya, kita tidak melihat PAN itu hanya sebagai sebuah kelompok, sebuah partai politik yang kebetulan pilpres kemarin bergabung ke 02," jelas Lukman Edy.

"Tetapi PAN ini background-nya ada Muhammadiyah. Muhammadiyah itu sebuah komponen bangsa, organisasi keagamaan yang besar di Indonesia yang kontribusinya bukan saja kontribusi mendirikan bangsa ini, tetapi juga mengisi, setelah kemerdekaan itu juga begitu panjang track record-nya."

"Jadi enggak mungkin juga ditinggalkan begitu saja," papar dia.

Lukman menjelaskan, hal yang sama juga berlaku untuk Partai Demokrat, terlebih karena ada figur Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diketahui sebagai Ketua Umum Demokrat, sekaligus Presiden ke-6 RI.

"Di situ ada figur Pak SBY. Pak Jokowi ini kan semacam pahamnya itu soal membangun negara ini adalah kita harus meneruskan kepemimpinan sebelumnya," ujar Lukman.

"Banyak hal yang dibangun Pak Jokowi ini merupakan bagian yang sudah direncanakan oleh Pak SBY," imbuh dia.

Faisal Basri Minta Jokowi Berantas Kelompok Kepentingan yang Disebut Memperlambat Perekonomian

Lukman juga menyoroti pesan SBY soal menentang politik identitas.

"Statement terakhir Pak SBY yang terakhir, sangat menjadi perhatian Pak Jokowi. Apa itu? Bagaimana beliau menempatkan toleransi, beliau menentang politik aliran, beliau menentang radikalisme, itu penting. Itu di kepemimpinan kedepan Pak Jokowi akan menjadi concern," beber Lukman.

Lukman lantas menyebutkan, politik identitas itu berbahaya bagi kebhinekaan Indonesia ke depan.

"Oleh sebab itu apa yang disampaikan Pak SBY memang faktual dan harus kita tangani 5 tahun ke depan," ujar dia,

Dari apa yang dipaparkannya itu, maka persoalan koalisi pasca-pemilu ini jadi terbuka.

"Koalisi kita ke depan menjadi terbuka. Baik itu berkenaan dengan diinternal, misalnya parlemen, maupun di internal pemerintah atau eksekutif. Saya kira kita bangun bersamalah Indonesia ini," ungkap Lukman.

Andre Rosiade Nilai Video Siap Presiden Jokowi Hina Purnawirawan, Lihat Reaksi Arya Sinulingga

Simak video selengkapnya:

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

WOW TODAY

Tags:
Lukman EdyJoko Widodo (Jokowi)Partai Amanat Nasional (PAN)Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Partai Demokrat
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved