Travel dan Kuliner

Cabuk Rambak, Kuliner Lezat Asli Solo yang Kini Sudah Mulai Langka

Cabuk rambak adalah kuliner khas Solo yang kini mulai jarang ditemukan, bahkan di Kota Solo sekalipun.

Cabuk Rambak, Kuliner Lezat Asli Solo yang Kini Sudah Mulai Langka
TribunWow.com/Maria N
Cabuk rambak, kuliner khas Solo. 

TRIBUNWOW.COM - Kota Surakarta atau Solo adalah satu di antara kota di Indonesia yang terkenal dengan kulinernya.

Aneka kuliner, mulai dari yang mahal hingga murah bisa kalian temukan di kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah ini.

Satu di antaranya adalah cabuk rambak.

Cabuk rambak merupakan kuliner khas Solo yang kini mulai jarang ditemukan, bahkan di Kota Solo sekalipun.

Mencoba Es Dawet Telasih dan Es Gempol Pleret, Dua Minuman Khas Solo yang Manis dan Menyegarkan

Hal ini disampaikan oleh Ratmi, satu di antara penjual cabuk rambak saat ditemui TribunWow.com di kios jualannya, di Pasar Gede Hardjonagoro, Senin (29/4/2019).

Sambil menyajikan cabuk rambak, Ratmi mengatakan bahwa makanan ini mulai jarang ditemukan.

Cabuk rambak, kuliner khas Solo.
Cabuk rambak, kuliner khas Solo. (TribunWow.com/Maria N)

Menurutnya, dulu beberapa penjual masih sering berkeliling untuk menjajakan kuliner ini, namun kini hal tersebut tampaknya sudah semakin jarang.

"Dulu sering ada yang keliling jualan (cabuk rambak), tapi mungkin sekarang jarang ya," ujar Ratmi.

"Mungkin sekarang penjualnya sudah pada tua, jadi enggak jualan lagi, atau milih jualan di pasar."

Menikmati Kuliner Legendaris Tahu Kupat Pak Gombloh Solo yang Jadi Langganan Gatot Nurmantyo

Meskipun Ratmi menyebut cabuk rambak kini sudah mulai langka, namun makanan ini masih bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional di daerah Solo, termasuk di pasar Gede.

Diketahui cabuk rambak merupakan kuliner Kota Solo yang dibuat dari ketupat, yang kemudian disiram saus wijen khas, dan ditambah rambak (atau orang Solo sering menyebutnya karak) sebagai pelengkap.

Cabuk rambak, kuliner khas Solo.
Cabuk rambak, kuliner khas Solo. (TribunWow.com/Maria N)

Harga satu porsi cabuk rambak cukup bervariasi, di kios milik Ratmi, satu porsinya dihargai Rp 5 ribu. (TribunWow.com/Maria N)

WOW TODAY:

Ikuti kami di
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved