Kabar Tokoh
Kwik Kian Gie Sebut Indonesia Belum Siap Berdemokrasi: Mengejar HAM Harus Membunuh HAM
Kwik Kian Gie mengatakan Indonesia belum bersiap untuk menyelenggarakan demokrasi lantaran di Pemilu 2019 banyak petugas KPPS yang meninggal.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Ekonom senior Kwik Kian Gie mengatakan Indonesia belum bersiap untuk menyelenggarakan demokrasi lantaran di Pemilu 2019 banyak petugas KPPS yang meninggal.
Hal itu diungkapkannya Kwik Kian Gie melalui akun Twitter @kiangiekwik, Kamis (25/4/2019).
Disebutkannya, Indonesia memang belum siap berdemokrasi ala Undang-undang dasar 2002.
Menurut Kwik Kian Gie demokrasi seharusnya menghormati pendapat siapa saja lantaran pemilihan umum adalah Hak Asasi Manusia (HAM).
Ia melihat peristiwa banyaknya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal.
Kwik Kian Gie merasa bahwa di Indonesia mengejar HAM harus membunuh HAM.
• Kata Ferdinand Hutahaean soal Rumor Zulkifli Hasan Bertemu Jokowi untuk Bahas PAN Gabung ke Kubu 01
Dicuitkannya para petugas yang gugur tak hanya dibunuh hak pilihnya namun juga nyawanya.
"Indonesia memang belum siap berdemokrasi ala UUD 2002 yang harus persis sama dengan yang berlaku di AS.
Hakekat demokrasi ialah sangat menghormati pendapat siapa saja, karena pendapat dan pilihannya dalam Pemilu adalah hak azasi manusia (HAM)."

"Namun untuk mewujudkan ini dalam Pemilu tahun 2019 harus membuat sekitar 150 orang meninggal kelelahan dan ratusan lainnya sakit.
Jadi di Indonesia mengejar HAM harus membunuh HAM.
Dan yang dibunuh bukan hanya hak pilihnya, tetapi eksistensinya atau nyawanya.Sangat menyedihkan," tulisnya.

225 KPPS Meninggal
Dikutip dari Kompas.com, Kamis (25/4/2019), total sebanyak 225 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara ( KPPS) dilaporkan meninggal dunia hingga Kamis (25/4/2019) pukul 18.00 WIB.
Mengenai penyebab, mayoritas meninggal dunia karena kelelahan dan kecelakaan.