Breaking News:

Pilpres 2019

Kredibilitas Yunarto Dipertanyakan karena Foto Bersama Jokowi, Dedek Prayudi: Lantas Real Count BPN?

Juru Bicara PSI Dedek Prayudi memberikan tanggapan terkait Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya yang dinilai tak netral.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Claudia Noventa
Instagram @uki_dedek
Jubir PSI Dedek Prayudi 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi memberikan tanggapan terkait Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya yang dinilai tak netral.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut tampak dalam unggahan di akun Twitter @Uki23, Jumat (26/4/2019).

Dalam unggahan tersebut awalnya seorang warganet dengan akun @BinSukamdo menunjukkan foto Yunarto bersama Calon Presiden 01 Joko Widodo (Jokowi) dan sejumlah tim di koalisi Indonesia Kerja.

Warganet itu lantas mempertanyakan netralitas Yunarto.

Ia bahkan mempertanyakan apakah Yunarto itu Surveyor atau tim sukses.

Menanggapi itu, Dedek lantas menyinggung soal real quick count milik Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ia membandingkan kredibilitas anatara Yunarto dengan hasil real count KPU itu.

Dedek lantas menjelaskan, kredibilitas lembaga survei itu tak bisa diukur dengan siapa ia berfoto.

Kredibilitas hasil survei itu berdasarkan metode samlim, frame, juga metodologinya.

"Kalau surveyor yang berfoto dengan kandidat anda ragukan kredibilitasnya, lantas apa yang membuat anda meyakini "Real Quick Count" internal BPN 02 yang lokasinya gak jelas lagi pindah-pindah itu? *serius nanya*

Kredibilitas lembaga survey tak bisa diukur dengan siapa ia berfoto, tapi sampling frame dan metodologi.

QC adalah produk ilmiah, maka mesti disikapi secara ilmiah pula.

Nanti kredibilitas tersebut dipertaruhkan ketika kita menyandingkan hasil real count KPU dengan QC," tulis Dedek.

Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi memberikan tanggapan terkait Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya yang dinilai tak netral.
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi memberikan tanggapan terkait Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya yang dinilai tak netral. (Twitter @Uki23)

Sebagaimana diketahui, di Twitter memang sempat ramai publik mengaku tak percaya pada hasil quick count.

Hal ini diperparah dari pernyataan para tokoh yang tergabung di Koalisi Indonesia Adil Makmur, yang menyebutkan bahwa hasil quick count itu tidaklah tepat.

Bahkan, Koalisi pasangan 02 ini menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan real count yang memenangkan Prabowo-Sandi.

Prabowo juga sudah mendeklarasikan diri sebagai pemenang dan menyatakan diri sebagai Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019-2024.

Padahal, berdasarkan hasil quick count dari sejumlah lembaga survei, yang menjadi pemenang Pilpres 2019 adalah Jokowi-Ma'ruf.

Lembaga survei tersebut di antaranya, Indo Barometer, Charta Politika, Poltracking, Indikator, hingga Litbang Kompas.

Prabowo memaparkan, pihaknya lebih mempercayai hasil real count atau hitung manual yang dilakukan timnya, dikutip dari Kompas TV.

Dalam keterangannya, Prabowomenuturkan banyak peristiwa yang membuat rugi kubunya.

Ia menyebutkan ada hal ganjil yang ditemukan seperti pendukungnya tidak mendapat undangan, adanya surat suara tercoblos dan lainnya.

Prabowo juga meragukan hasil quick count sejumlah lembaga survei.

"Juga saya tegaskan di sini, pada rakyat Indonesia bahwa ada upaya dari lembaga-lembaga survei tertentu yang memang sudah bekerja untuk satu pihak untuk menggiring opini bahwa kita kalah."

Bahkan, Prabowo juga sempat meminta pada semua rakyat agar tidak langsung mempercayai lembaga survei dan televisi yang ada di Indonesia.

Dikutip dari siaran langsung YouTube Gerindra TV, hal tersebut di sampaikan Prabowo dalam orasinya pada syukuran kemenangan yang digelar di kediamannya, Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (19/4/2019).

"Televisi-televisi biar dengar suara rakyat biar dengar suara rakyat," ungkap Prabowo.

"Lembaga-lembaga survei abal-abal tukang bohong, tukang bohong rakyat tidak percaya sama kalian," jelas Prabowo.

Dalam orasinya itu pula, Prabowo Subianto menyarankan agar lembaga survei tersebut pindah ke negara lain.

"Kalian harus pindah ke negara lain, kalian bisa pindah ke Antartika," kata Prabowo.

"Mungkin kalian tukang bohong bisa bohongi penguin-penguin," tambahnya.

Dalam orasinya itu, Prabowo juga mengatakan bahwa rakyat sudah tidak ada lagi yang mempercayai lembaga survei.

"Hei lembaga survei tukang bohong rakyat se-Indonesia tidak mau dengan kamu lagi," kata Prabowo.

"Saudara sekalian, saya mengucapkan terimakasih, terimakasih datang ke sini, terimakasih saudara, emak-emak, bapak-bapak semua berkorban ke sini," tambah Prabowo.

(TribunWow.com/Ananda Putri Octaviani)

WOW TODAY:

Tags:
Joko Widodo (Jokowi)Dedek PrayudiPilpres 2019
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved