Breaking News:

Terkini Nasional

Peringatan Hari Kopassus Jatuh pada Hari Ini, Berikut Sejarah Pasukan Elite Kebanggaan Indonesia

Bertepatan hari ini, 16 April 2019, merupakan peringatan salah satu pasukan elite kebangaan Indonesia yaitu Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Editor: Rusintha Mahayusanty Nugrahaningtyas
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Dirgahayu Kopassus ke-67 

TRIBUNWOW.COM - Bertepatan hari ini, 16 April 2019, merupakan peringatan salah satu pasukan elite kebangaan Indonesia yaitu Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Komando Pasukan Khusus atau yang disingkat Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia.

Sebagai pasukan elite, Kopasus memiliki kemampuan khusus seperti mampu bergerak cepat di setiap medan, pengintaian, menembak dengan tepat dan anti teror.

Kopasus memiliki sejumlah tugas penting seperti Operasi Militer Perang (OMP) diantaranya yaitu Direct Action berupa serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus) dan Combat SAR.

Satuan Kopassus saat parade pasukan dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) pada gladi bersih upacara Hari Ulang Tahun ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Selasa (3/10/2017).
Satuan Kopassus saat parade pasukan dan alat utama sistem pertahanan (alutsista) pada gladi bersih upacara Hari Ulang Tahun ke-72 TNI di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Selasa (3/10/2017). (KOMPAS.com/Kristian Erdianto)

Kopassus juga memiliki tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan) dan SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Para prajurit Kopassus mudah sekali dikenali yaitu melalui baret merah yang disandangnya.

Kopassus juga sering disebut sebagai pasukan baret merah.

Sementara itu untuk warna seragam yang dikenakan oleh prajurit Kopassus yaitu baret merah dan loreng darah mengalir.

Markas Kopassus berada di Cijantung, Jakarta Timur.

Kopassus memliki moto Tribuana Chandraca Satya Dharma yang memiliki arti "Berani, Benar, Berhasil".

Sejarah Terbentuknya Kopassus

Dilansir TribunKaltim.co dari Kopassus.mil.id sejarah kelahiran Kopassus tidak terlepas dari rangkaian bersejarah dalam kehidupan bangsa Indonesia.

Tepatnya pada bulan Juli 1950, timbul pemberontakan di Maluku oleh kelompok yang menamakan dirinya RMS (Republik Maluku Selatan).

Pada saat itu pimpinan Angkatan Perang RI saat itu segera mengerahkan pasukan yang bertugas untuk menumpaskan kelompok pembelot tersebut.

Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Tentara Teritorium III Kolonel Alexander Evert Kawilarang.

Sedangkan sebagai Komandan Operasinya ditunjuk Letkol Slamet Riyadi.

Operasi khusus tersebut memang berhasil menumpas gerakan pemberontakan itu, namun jumlah korban tewas di pihak TNI juga tidak sedikit.

Setelah dikaji dalam beberapa pertempuran ternyata musuh dengan kekuatan yang relatif lebih kecil sering dan mampu menggagalkan serangan TNI yang kekuatannya jauh lebih besar.

Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan kekalahan di pihak TNI mulai dari semangat anggota pasukan musuk yang lebih tinggi dan perlengkapan yang lebih lengkap.

Kemudian juga dari faktor segi taktik dan pengalaman tempur yang baik serta didukung kemampuan tembak tepat dan gerakan perorangan menjadi faktor penentu.

Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012).
Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012). (Tribunnews.com)

Anggota Kopassus TNI AD meneriakkan yel-yel usai peringatan HUT TNI ke-67 di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Jumat (5/10/2012) (Tribunnews)
Maka dari itu melihat dari peristiwa tersebut kemudian mengilhami Letkol Slamet Riyadi untuk mempelopori pembentukan suatu satuan yang mampu bergerak cepat dan tepat untuk menghadapi berbagai sasaran di medan yang berat.

Sayangnya, cita-cita Letkol Slamet Riyadi tidak dapat terwujud saat itu karena ia gugur pada salah satu pertempuran berdarah.

Cita-cita Letkol Slamet Riyadi kemudian dilanjutkan oleh Kolonel Alexander Evert Kawilarang.

Pada tanggal 16 April 1952 melalui Instruksi Panglima Tentara dan Teritorial III No. 55/Inst/PDS/52 dibentuklah Kesatuan Komando Teritorium III yang menjadi cikal bakal "Korps Baret Merah".

Kopassus Kandang Menjangan Kunjungi Makam Jenderal Sudirman.
Kopassus Kandang Menjangan Kunjungi Makam Jenderal Sudirman. (Tribunnews.com)

Mayor Mohammad Idjon Djanbi, mantan perwira pasukan khusus Belanda yang sudah menjadi warga negara Indonesia yang pernah bergabung dengan Korps Special Troopen dan pernah bertempur dalam Perang Dunia II tersebut sipercayakan menjadi Komandan pertama "Korps Baret Merah".

Kopassus Kandang Menjangan Kunjungi Makam Jenderal Sudirman. (Tribunnews)
Seiring berjalannya waktu, satuan ini sempat beberapa kali mengalami perubahan nama.

- Pada Tahun 1952 Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD)

- Tahun 1953 mengalami perubahan nama Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD)

- Tahun 1955 berubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) dengan menambah kualifikasi Para kepada setiap prajuritnya.

- Tahun 1966 satuan ini kembali mengalami perubahan nama menjadi Pusat Pasukan Khusus TNI AD (PUSPASSUS TNI AD).

- Tahun 1971 nama satuan ini berganti menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha (KOPASSANDHA).

- Tahun 1985 akhirnya satuan ini berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) hingga sekarang.

Lambang Kopassus

Lambang Kopassus
Lambang Kopassus (wikipedia)

Lambang atau gambar Kopassus yaitu Pataka Kopassus yang dikenakan oleh setiap anggota yang terletak di baret merahnya.

Pada awalnya lambang tersebut dirancang oleh Letda Inf Dodo Sukanto selaku perwira Biro Pengajaran yang dibantu oleh juru gambarnya Sersan Hasan pada tahun 1955.

Pada lambang tersebut memadukan unsur Komando (gambar pisau komando), unsur laut atau air (digambarkan dalam bentuk jangkar) dan udara (digambarkan sepasang sayap) yang dibingkai oleh tali komando.

Pada tahun 1964, lambang tersebut dirampingkan dengan menempatkan gambar pisau komando dibagian depan, tetapi gambar dan tandanya pada prinsipnya tidak berubah.

Lambang inilah yang digunakan hingga saat ini seperti terlihat pada emblem baret maupun di Pataka Kopassus. (Ayuk Fitri )

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul SEJARAH HARI INI Peringatan Hari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Pasukan Elite Kebangaan Indonesia

Tonton Juga

Sumber: Tribun Kaltim
Tags:
KopassusTNImiliter
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved