Breaking News:

Banyak Video Kontroversial dan Clickbait, Youtube Kaji Penilaian Video agar Lebih Berkualitas

Youtube merupakan sebuah platform untuk membagikan video-video hiburan hingga penting. Saat ini Youtube tengah mengkaji metode baru yang lebih baik.

Editor: Mohamad Yoenus
mashable
Ilustrasi YouTube. 

TRIBUNWOW.COM - Media sosial berbasih video, YouTube, tengah mengkaji metode baru untuk menentukan suksesnya sebuah video.

Metode ini sepertinya juga akan menentukan tentang aturan monetize dari YouTube.

Seperti diketahui sebelumnya, YouTube sedang merencanakan untuk mengubah sistem penilaian terhadap sebuah video setelah mendapat banyak kritikan dari warganet.

Hingga saat ini, YouTube menggunakan jumlah viewers sebagai tolak ukur untuk menentukan kesuksesan sebuah video.

Kali ini, YouTube sedang mendiskusikan dua metode: durasi menonton dan pemberian komentar.

Tingkah Lucu Arsy Hermansyah saat Curhat kepada Youtuber Atta Halilintar

Melansir dari Bloomberg, akibat hanya melihat jumlah penonton maka banyak content creator telah menghasilkan video-video yang bersifat kontroversial dan clickbait.

Tidak berhenti sampai situ saja, kerap video-video yang kontroversial menjadi informasi negatif bagi para viewers.

Rupanya YouTube ingin mengurangi hal ini dengan memberi standar baru, berapa lama penonton menyaksikan sebuah video berkualitas dan komen seorang pengguna.

Dalam penjelasannya, YouTube merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi penyedia konten yang lebih baik dengan menggabungkan teknologi dan sifat manusia.

Kata Ria Ricis soal Kabar Atta Halilintar Membeli Subscriber Youtube

Meski begitu, belum jelas bagaimana YouTube akan menerapkan sistem ini.

Dengan kehadiran sistem baru ini, YouTube berharap dapat menghadirkan layanan yang lebih baik. (Nicolaus Prama)

Artikel ini telah tayang di Nextren.grid.id dengan judul: Banyak Konten Negatif, Youtube Bikin Standar Baru untuk Penilaian Video Berkualitas

WOW TODAY:

Tags:
PolisiTribunWow.comKota Bima
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved