Pemilu 2019

Satu Studio Mata Najwa Tepuk Tangan saat Jansen Sitindaon Tanggapi Ancaman 'People Power' Amien Rais

Jansen Sitinadon menanggapi pernyataan ancaman Amien Rais yang akan menggerakan masa (people power) bila terjadi kecurangan dalam Pemilu 2019.

Satu Studio Mata Najwa Tepuk Tangan saat Jansen Sitindaon Tanggapi Ancaman 'People Power' Amien Rais
Capture/YouTube/Najwa Shihab/Mata Najwa
Tanggapan Jansen Sitindaon soal pernyataan ancaman Amien Rais hingga disambut tepuk tangan oleh penonton, Rabu (3/4/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Jansen Sitinadon menanggapi pernyataan ancaman Anggota Dewan BPN, Amien Rais yang akan menggerakan massa (people power) bila terjadi kecurangan dalam Pilpres dan Pemilu 2019.

Tanggapan itu disampaikan Jansen dalam acara Mata Najwa di Trans7 yang tayang pada Rabu (3/4/2019).

Jansen menegaskan bahwa pernyataan ancaman Amien Rais dalam acara Apel 313 itu tidak untuk menakut-nakuti.

Terkait hal itu, lantas Jansen menyinggung soal tugas Mahkamah Konstitusi (MK).

Di Mata Najwa, Begini Reaksi Said Didu saat Ditantang Arya Sinulingga Lapor ke Bawaslu

"Pernyataan Pak Amien ini masuk diakal, jadi Mahkamah Konstitusi itu sekarang, kewenangannya hanya sebatas mengadili sengketa penghitungan suara," jelas Jansen.

"Makanya MK ini 'Mahkamah Kalkulator'," sambungnya.

Dirinya mengungkapkan, jika dugaan adanya aparatur tidak netral memang ada, maka itu bukanlah menjadi kewenangan MK untuk mendindak.

Oleh karena itu, menurut Jansen, satu-satunya jalan menyikapi aparat yang tidak netral yakni langsung turun ke lapangan.

"Kalau kecurangan itu terkait soal aparatur yang tidak netral, sistematis misalnya, yang disampaikan ini benar, karena itu bukan kewenangan MK," ungkap Jansen.

Najwa Shihab Tak Kuasa Menahan Tawa saat Budiman Sudjatmiko Peringatkan Jansen Sitindaon untuk Diam

"Satu-satunya jalan adalah wilayahnya turun ke jalan, tinggal itu satu-satunya."

"Kalau MK yang dulu iya, dia bisa mengadili terkait persoalan terstruktur, sistemastis dan masif itu, terkait aparaturnya itu kalau misalnya dia tidak profesional tidak independen, ikut bermain gitu, ikut berkompetisi."

"Sekarang kebetulan kewenangan itu sudah tidak ada," tambahnya kemudian.

Tanggapan Mahfud MD soal Kabar People Power Jelang Pemilu: Pernyataan Itu Provokatif

Untuk itu dirinya meminta kepada pihak 01 dan 02 untuk mendukung supaya aparat negara bersikap netral dalam menyikapi pemilu.

"Itu makanya yang sudah disampaikan Pak Amien ini, sekaligus kami pihak 01 dan 02 meminta aparatur netrallah. negara netrallah, toh ini pemilu kita bersama," tegas Jansen.

Pernyataan tersebut lantas disambut tepuk tangan riuh oleh para penonton dalam studio.

Partai Demokrat Mengaku 4 Politisinya Jadi Incaran Lawan, Ini Daftarnya

Penonton tepuk tangan riuh setelah mendengar pernyataan Jansen Sitindaon menanggapi pernyataan ancaman oleh Amien Rais.
Penonton tepuk tangan riuh setelah mendengar pernyataan Jansen Sitindaon menanggapi pernyataan ancaman oleh Amien Rais. (Capture/YouTube/Najwa Shihab/Mata Najwa)

Ia kembali menegaskan bahwa pemilu 2019 ini bukan menjadi milik buku 01 mau pun 02, melainkan pemilu bersama.

Jansen berharap siapa pun presiden yang terpilih nanti, akan tetap menjadi presiden bersama.

Simak dari menit 6.20:

 

 

Tanggapi Ancaman People Power Amien Rais, Maruf Amin: Yang Bikin Curang Siapa?

Sebelumnya, diberitakan dari Tribunnews, Amien Rais sempat mengancam untuk menggerakan massa (people power) jika terjadi kecurangan dalam pemilu.

Ancaman itu disampaikan Amien Rais saat mengikuti Apel Siaga 313 di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/3/2019).

 Beri Saran Untuk Pilpres 2019, Jokowi: Jangan Ada yang Liburan, Nyoblos Dulu

Acara tersebut digelar untuk mencegah terjadinya kecurangan Pemilu 2019.

"Kalau sampai tim kami bisa membuktikan ada kecurangan yang sistematis, terukur dan masif, kami akan bertindak tidak perlu lagu kami datang ke MK. Kami menggerakkan rakyat (people power)," kata Amien Rais.

Tanggapi Pernyataan Amien Rais, Jokowi: Jangan Menekan dengan Cara Menakut-nakuti Rakyat, Pemerintah

Cak Nun Beri Tanggapan

Pendakwah Emha Ainun Najib atau Cak Nun juga turut memberikan tanggapan soal ancaman 'people power' Amien Rais.

Dikutip dari TribunJateng, Cak Nun mengaku tidak percaya dengan 'people power'.

"Saya tidak percaya ada people power," ujar Cak Nun saat menghadiri acara ulang tahun Panser Biru ke 18 di Wonderia Semarang, Rabu (3/4/2019).

"Yang ada hanya mobilisasi massa saja," sambungnya.

Cak Nun kemudian menceritakan ketika pemerintahan Soeharto lengser, dirinya bergerilya dari desa ke desa lain.

"Saya ingin mengembalikan jati diri bangsa yang hilang dari desa."

"Seperti budaya, seni, dan sosialnya."

"Sebab dari Indonesia merdeka kami tidak pernah berpijak pada budaya sendiri."

"Hanya copy paste dari budaya Barat," bebernya.

Sejatinya kerakusan atau haus kekuasaan tidak akan pernah bisa dilakukan oleh manusia.

Cak Nun mencontohkan makanan yang berjajar ada dihadapannya, yang tidak mungkin bisa dimakan semuanya.

Bantah Isu Dirinya akan Digantikan Ahok jika Terpilih di Pilpres, Maruf Amin: Ente Ada-ada Saja

"Lihat makanan ini."

"Dari belasan makanan yang ada di meja paling hanya dua atau tiga saja yang dimakan."

"Sama halnya dengan kekuasaan," ucapnya.

Cak Nun mengungkapkan, menjadi seorang pemimpin harus bisa melegakan semua kelompok masyarakat.

"Kalau bisa ada pemimpin yang mau menerapkan malati."

"Tengah malam presiden ajak menterinya di bawah pohon untuk saling bersumpah."

"Jika ingkar, maka ada malapetaka yang menimpanya."

"Karma ini kekayaan Indonesia yang luar biasa," imbuh Cak Nun.

(TribunWow.com/Atri Wahyu)

TONTON JUGA:

Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved