Pilpres 2019
Hasil Survei Indikator Politik: Kaum Terpelajar Lebih Pilih Prabowo-Sandi daripada Jokowi-Ma'ruf
Pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf kalah jauh dalam merebut suara kalangan terpelajar, dibanding pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf kalah jauh dalam merebut suara kalangan terpelajar, dibanding pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.
Berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia dilakukan 22-29 Maret 2019, melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden yang berpendidikan perguruan tinggi memilih Jokowi-Ma'ruf sebanyak 36,3 persen dan Prabowo-Sandiaga memperoleh 58,9 persen.
"Semakin rendah pendidikannya, semakin banyak yang memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Jakarta, Rabu (3/4/2019).
• Hasil Survei Indikator: Jokowi-Maruf 55,4 Persen, Prabowo-Sandi 37,4 Persen
Ia menjelaskan, banyaknya kalangan terpelajar memilih Prabowo-Sandiaga karena tingkat pengangguran paling banyak pada kelompok tersebut.
"Meski data BPS pengangguran turun, tapi jumlah pengangguran banyak yang berasal dari lulusan perguruan tinggi," ujar Burhanuddin.
Sementara untuk pemilih yang berpendidikan lulusan SLTA hingga SD, kata Burhanuddin, pasangan Jokowi-Ma'ruf jauh lebih unggul di semua tingkatan dibanding Prabowo-Sandiaga.
Pemilih tidak sekolah hingga lulusan SD, Jokowi meraih 61,6 persen dan Prabowo 29,6 persen. Kemudian, lulusan SLTP, Jokowi dapat 58,6 persen dan Prabowo 32 persen.
"SLTA, pasangan Jokowi-Ma'ruf 53,3 persen dan Prabowo-Sandiaga 41,9 persen," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Johnny G Plate mengatakan, kalangan yang berpendidikan tinggi tersebut sudah termakan isu atau hoaks, seperti daya beli melemah, sedikitnya lapangan pekerjaan.
"Ini belum menyentuh mereka, seharusnya mereka tidak boleh kalah dengan yang pendidikan rendah," ucap Johnny di tempat yang sama.
Melihat data tersebut, kata Johnny, TKN akan menjadikan hal tersebut sebagai perhatian khusus dan berupaya keras untuk menyentuh kalangan berpendidikan tinggi lebih masif lagi.
• Pembangunan Tol Bochimi Disebut Maruf Amin Bisa Tingkatkan Elektabilitasnya dan Jokowi
Publik Percaya KPU
Hasil survei terbaru lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan publik memercayai KPU netral dalam menyelenggarakan Pilpres 2019.
Dari 1.220 responden yang terlibat dalam survei, sebesar 67 persen tidak percaya isu yang menyebutkan KPU tidak netral.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, secara umum mayoritas publik percaya KPU mampu menyelenggarakan pemilu dan pilpres secara jurdil.
• Sandiaga Uno Mengaku Tak Ada Pembicaraan soal Bagi-bagi Jatah Kursi Menteri jika Menang Pilpres
"65 persen responden tidak percaya KPU tidak netral atau berpihak kepada salah satu pasangan capres dan cawapres," kara Burhanuddin, Rabu (3/4/2019)
Sementara, responden yang menyatakan percaya, kata Burhanuddin, 15 persen yang menyatakan percaya KPU tidak netral. Sedangkan 17 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.
Sementara itu terkait kinerja pengawasan pemilu serentak oleh Bawaslu, mayoritas responden yakin lembaga itu mampu mengawasi dan bertindak jujur serta adil.
Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan 22-29 Maret 2019, melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jokowi-maruf-amin-dan-prabowo-sandiaga-uno_20180922_095422.jpg)