Terkini Daerah
Begini Kondisi Mayat Guru Budi di Dalam Koper Pertama Kali Dilihat, Tanpa Kepala dan Kaki Menyembul
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga kondisinya mengenaskan tanpa kepala. Selain itu polisi juga mengatakan hasil autopsi yang ditemukan.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Jasad seorang guru honorer SDN Banjarmlati, Budi Hartanto (28) ditemukan mengenaskan di dalam koper di pinggir aliran sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4/2019).
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga bernama Imam, dikutip dari SuryaMalang.com, Rabu (4/4/2019).
Disebutkan saat itu Imam sedang mencari rumput di pinggir sungai, dan menyadari ada koper tergeletak.
Jarak aliran sungai dengan tanggul sekitar 10 meter.
"Saya dapat laporan dari warga kalau ada penemuan mayat dalam koper di pinggir sungai bawah jembatan. Saya cek ke lokasi benar, lalu saya lapor ke polisi," ujar Kepala Desa Karanggondang, Edy Sucipto, Rabu (3/4/2019).
Diceritakan oleh Edy, saat ia datang hanya ada empat orang, namun seluruhnya tak ada yang berani membuka koper.
Namun mereka telah yakin jika terdapat mayat dalam koper tersebut.
• 8 Fakta Penemuan Mayat Tanpa Kepala dalam Koper, Pesan Terakhir Korban hingga Kesaksian Petugas RS
Hal itu karena saat ditemukan terlihat kaki menyembul keluar koper.
"Ada bagian kaki yang terlihat dari luar. Kami tidak berani membuka sebelum polisi datang," ujar Edy.
Seusai polisi mendatangi TKP, kondisi mayat laki-laki itu dalam keadaan telanjang terbungkus koper.
"Polisi sempat membuka koper, kondisi mayatnya telanjang, jenis kelaminnya laki-laki," katanya.
Edy mengatakan saat ditemukan posisi mayat meringkuk ke kiri.
"Hanya ada koper di lokasi, tidak ada barang lainnya. Kalau melihat kondisinya, tubuhnya kecil," ujar Edy.
Selain itu, mayat malang itu juga ditemukan tanpa kepala.
"Posisi tubuhnya meringkuk, tapi saya tidak melihat kepalanya," katanya.
Kolase penemuan mayat dalam koper di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar (TRIBUNJATIM.COM)
Dia juga sempat melihat siku lengan kanan mayat itu terluka.
Menurutnya, luka di siku lengan kanan mayat itu mirip seperti terkena bacokan.
"Lukanya menganga seperti bekas sayatan," ujarnya.
Saat di lokasi penemuan, beberapa warga juga mengaku tidak melihat kepala pada mayat di dalam koper itu.
• Chat Terakhir Budi sebelum Ditemukan Jadi Mayat Tanpa Kepala di Koper, sang Ibu: Anak Saya Salah Apa
Hasil Autopsi
Dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono, hingga Kamis (4/4/2019) siang hasil autopsi jenazah belum disampaikan.
"Kami belum bisa sampaikan hasil otopsi secara detail. Kami masih menunggu hasil resmi dari dokter forensik," kata Heri, Kamis (4/4/2019).
Heri mengatakan, dari hasil visum luar kondisi kepala korban terpenggal.
Posisi kepala korban terpenggal mulai dari pangkal leher.
Korban juga mengalami luka akibat benda tajam di beberapa bagian tubuhnya.
"Kepalanya putus mulai dari pangkal leher," ujar Heri.
Dari hasil klarifikasi terhadap keluarga dan rekan kerja, terungkap korban sempat berkirim pesan melalui Whatsapp pada Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 22.55 WIB, kepada rekannya.
"Itu kontak terakhir korban dengan rekannya yang juga guru," ungkap Nasuka, paman korban kepada Tribun Jatim di rumah duka, Rabu (3/4/2019) malam.
• Bukan karena Asmara, Ini Motif Wahyu Jayadi Bunuh Karyawati UNM dan Tinggalkan Mayatnya Dalam Mobil
Sedangkan isi pesan terakhir korban berupa obrolan gurauan.
Namun setelah kontak terakhir, HP milik korban sudah tidak bisa dihubungi lagi sampai sekarang.
Keluarga korban juga histeris seusai dikabarkan anggotanya ditemukan tewas dan jasadnya dimutilasi.
Hamidah ibu korban tak kuasa menahan sedih hingga menangis histeris.
"Anak saya salahnya apa... saya tidak terima," ungkap Hamidah.
Sejumlah kerabatnya tampak menenangkan dengan merangkulnya.
"Semoga pelakunya segera ditemukan," tuturnya.
(Foto kiri) detik-detik penemuan koper berisi potongan mayat yang diduga mayat guru honorer asal Kediri. Foto kanan : Korban semasa hidup (Surya)
Korban merupakan Budi Hartanto (28), anak sulung dari 3 bersaudara.
Nasuha, paman korban mengemukakan, pihak keluarga diberitahu tentang penemuan mayat dalam koper dari petugas kepolisian.
"Tadi siang keluarga diberitahu terkait penemuan mayat korban mutilasi di dalam koper," ujar Nasuha.
"Pak polisinya nanya apa betul ini rumah Budi, lalu perwakilan keluarga disuruh ke Polres Blitar," ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (3/4/2019).
Perwakilan keluarga saat ini juga masih berada di Blitar untuk mengurus jenazah yang tengah menjalani pemeriksaan di RS Mardi Waluyo Blitar.
"Bapak (korban) Budi dan Pak RT yang jemput," tambahnya.
Meski demikian, masih kata paman yang tinggal tidak jauh dari rumah duka ini, keluarga belum mengetahui kapan pemulangan jenazahnya.
• Kesal Kekasihnya Ditikung, Pelaku Hantam Korban dengan Tabung Gas dan Gantung Mayatnya di Jembatan
Selama ini, Budi tinggal bersama keluarganya di Kelurahan Tamanan.
Keluarga juga menyebutkan bertemu terakhir dengan Budi pada Selasa (2/4/2019) malam, selepas maghrib.
Setelah itu tidak pulang hingga adanya kabar penemuan jenazah dalam koper.
Keluarga juga mengaku tidak pernah mendapat firasat buruk terkait dengan korban.
"Orangnya pendiam, sehari-hari korban menjadi guru honorer di SDN Banjarmlati mengajar mata pelajaran kesenian," jelasnya.
Selain menjadi guru honorer di SDN Banjarmlati 3 Kota Kediri, ia juga bisnis kecil-kecilan berjualan di GOR Jayabaya serta jual beli ponsel.
"Usahanya banyak karena anaknya kreatif," tambahnya.
(TribunWow.com)
TONTON JUGA:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/motif-mutilasi-guru-honorer-sd-asal-kediri-yang-jasadnya-dimasukan-koper.jpg)