Pilpres 2019

Prabowo Kritik soal Pertahanan Negara yang Rapuh, BPN Beri Penjelasan

Jurkam BPN, Nizar Zahro memberikan penjelasan terkait pernyataan Prabowo Subianto soal lemahnya pertahanan negara dalam debat keempat.

Prabowo Kritik soal Pertahanan Negara yang Rapuh, BPN Beri Penjelasan
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Capres Prabowo Subianto saat tampil di debat putaran empat di Hotel Shangri La, Jakarta (30/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Juru Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nizar Zahro menilai pernyataan Prabowo soal lemahnya pertahanan negara dalam debat keempat menunjukkan kekurangan pemerintahan saat ini.

Ia menilai, kritik Prabowo soal rapuhnya pertahanan negara memperlihatkan bahwa capres petahana Joko Widodo tak serius dalam menyiapkan pertahanan negara yang kuat.

Menurut Nizar, program pembangunan infrastruktur di era Jokowi akan percuma bila pertahanan negara dengan mudah dibobol.

"Prabowo berulang-kali menyebut negara harus kuat agar dihormati dalam percaturan global. Sebaliknya, Jokowi berpikir berbeda, katanya dalam 20 tahun ke depan tidak ada serangan musuh. Itu pemikiran yang fatal," kata Nizar melalui keterangan tertulis, Senin (1/4/2049).

"Buat apa susah payah membangun infrastruktur jika pertahanan mudah dibobol," lanjut politisi Gerindra itu.

Kampanye di Purwokerto, Prabowo: Siap Bantu Menangkan Saya di Jawa Tengah?

Karena itu, ia mewajari anggaran pertahanan Indonesia di era pemerintahan Jokowi lebih kecil rasionya dari Produk Domestik Bruto (PDB) dari negara lain di ASEAN.

Anggaran pertahanan sebesar Rp 108,4 triliun menurutnya tak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Indonesia.

Kampanye di Purwokerto, Prabowo Bicara soal Kriteria Utama Calon Menterinya

Ia menambahkan, kegagalan pemerintahan Jokowi dalam hal pertahanan terlihat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua yang tak kunjung usai.

Terlebih, sambung Nizar, sudah banyak aparat TNI dan Polri yang menjadi korban serangan kelompok separatis tersebut.

"Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua bebas membantai para prajurit dan polisi. Tidak mungkin bicara perdamaian dunia, tidak mungkin bisa berdiri tegak dalam percaturan global, jika menghadapi KKB saja sudah pontang-panting," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jurkam BPN: Buat Apa Bangun Infrastruktur jika Pertahanan Mudah Dibobol"

TONTON JUGA

Ikuti kami di
Editor: Rekarinta Vintoko
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved