Breaking News:

Pilpres 2019

Gamal Albinsaid Beri Sindiran pada Jokowi Terkait 'Dilan', Pembawa Acara Sampai Terbahak

Jubir BPN Prabowo-Sandi, Gamal Albinsaid memberikan sindiran pada Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) terkait 'Dilan'.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Capture Youtube Talkshow tvOne
Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid memberikan sindiran pada Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) terkait 'Dilan'. 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Gamal Albinsaid memberikan sindiran pada Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) terkait 'Dilan'.

Diberitakan TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Gamal di program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Minggu (31/3/2019).

Sebelumnya, dalam debat ke empat Pilpres 2019, Jokowi sempat menyebutkan istilah Dilan saat menyampaikan visi dan misinya.

Tanggapi Keakraban Jokowi-Prabowo di Debat, Maruf Amin: Kita Sesama Bangsa, Tidak Boleh Bermusuhan

Menanggapi istilah yang disampaikan Jokowi, Gamal menyebut bahwa istilah tersebut merupakan pertanda bahwa Jokowi tak akan memenangkan Pilpres 2019.

Hal ini disampaikan Gamal dengan berdasarkan pada gombalan Dilan pada Milea di film Dilan 1991.

"Soal Dilan ini agak unik ya," kata Gamal.

"Jadi Dilan itu pernah mengatakan (dalam film Dilan 1991 - red), 'saya tidak akan bisa menjadi seorang presiden karena seorang presiden itu harus mencintai rakyatnya. Karena saya hanya bisa mencintai Milea'."

"Jadi ini pertanda ini," ujar dia.

Tampak Gamal terkekeh saat mengatakan hal tersebut.

Bahkan pembawa acara tvOne juga ikut terbahak-bahak saat mendengar pernyataan Gamal itu.

Simak videonya mulai menit ke 22:

Permintaan Korban Banjir Bandang Sentani pada Jokowi: Tolong Kami, Bapak Presiden, Kami Korban

Diberitakan TribunWow.com, Jokowi menyebutkan istilah Dilan yang biasa dikenal sebagai judul film sekaligus nama pemeran utama di film tersebut saat sedang menyinggung soal pemerintahan.

Pemerintahan merupakan satu di antara tema yang diangkat dalam debat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019).

Dilan disebutkan Jokowi untuk menyingkat istilah pelayanan publik dalam pemerintahannya.

"Di dibidang pemerintahan, ke depan diperlukan Pemerintahan Dilan, Digital Melayani," ujar Jokowi yang disambut histeris pendukungnya.

"Oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik yang kedua diperlukan penajaman dan penyederhanaan kelembagaan," tambahnya.

"Ketiga diperlukan peningkatan kualitas SDM aparatur kita, dan yang keempat diperlukan reformasi tata kelola."

Diketahui, debat keempat Pilpres 2019 memiliki tema ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional.

Debat diselenggarakan di Hotel Shangri La, Jakarta.

Penyelenggaraan debat dibagi menjadi 6 segmen dengan alokasi 120 menit.

Pada segmen 1, para calon presiden mengutarakan visi dan misi mereka terkait tema yang diusung.

Berikut Visi Misi Capres di Debat Keempat Pilpres 2019, dikutip dari Bahasakita.co.id:

Dengarkan Curhat Korban Banjir Sentani, Jokowi Duduk Lesehan di Lantai

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Jokowi

"Bismillahirrohmanirrohim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatu,

Selamat malam salam sejahtera bagi kita semuanya, om swastiastu namo buddhaya, salam kebajikan.

Yang saya cintai, yang saya banggakan seluruh rakyat indonesia di manapun berada dari sabang sampai merauke, dari miangas sampai pulau rote.

Yang saya hormati ketua KPU dan komisioner ketua Bawaslu.

Dan yang saya hormati sahabat baik saya bapak Prabowo Subianto Bapak Sandiaga Uno.

Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, pancasila adalah kesepakatan para pendiri bangsa, para pemimpin-pemimpin bangsa dari berbagai daerah, berbagai organisasi, berbagai ras, berbagai suku, sebagai agama saat itu.

Oleh sebab itu menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga, merawat, dan menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dalam berbangsa ,dan bernegara.

Di bidang pemerintahan ke depan diperlukan pemerintahan Dilan (Digital melayani), oleh sebab itu diperlukan reformasi dalam pelayanan publik lewat elektronik.

Kedua diperlukan penajaman dan penyederhanaan kelembagaan.

Ketiga diperlukan peningkatan kualitas SDM aparatur kita.

Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019)
Jokowi dalam debat keempat Pilpres 2019, Sabtu (30/3/2019) (Capture/YouTube/KompasTV)

Maruf Amin Ungkap Keinginannya jika Nanti Ia dan Jokowi Menang di Pilpres 2019

Keempat diperlukan reformasi tata kelola yang ketiga di bidang pertahanan peningkatan kualitas SDM.

Pengembangan kualitas SDM TNI sangat diperlukan, mutlak diperlukan terutama dalam hal penguasaan teknologi persenjataan dan cyber.

Karena ke depan perangnya adalah perang teknologi, oleh sebab itu pembangunan alutsista di dalam negeri sangat diperlukan.

Kalau kita belum mampu kita bisa melakukan join produksi dengan negara negara lain.

Di bidang politik luar negeri, kita tahu situasi dunia saat ini penuh dengan ketidakpastian, multilateralisme yang dilemahkan, proteksionisme yang semakin meningkat.

Tetapi indonesia harus berdiri tegak bermartabat, dan tetap menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif.
Bebas, bebas menjalankan, memperjuangkan kepentingan-kepentingan nasional, dan aktif, ikut dalam perdamaian dunia yang baik," ujar Jokowi.

Berikut Transkrip Lengkap Visi dan Misi Prabowo

"Bismillahirrahmanirrahiim, Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh.

Salam sejahtera bagi kita sekalian, shalom, om swastiastu, nama budaya, selamat malam saudara saudara sekalian, saudara-saudaraku di seluruh Indonesia di manapun kau berada.

Saudara sekalian, di ruangan ini saya Prabowo Subianto bersama saudara Sandiaga Salahuddin Uno mendapat kepercayaan maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden.

Hari ini kita akan bicara tentang ideologi, pemerintahan, pertahanan, keamanan, dan hubungan internasional.

Saudara-saudara, bagi kami Pancasila adalah ideologi final, Pancasila adalah hasil suatu kompromi besar suatu kecemerlangan, dari generasi pendiri bangsa kita,Ppancasila berhasil mempersatukan ratusan kelompok etnis ratusan suku, agama-agama besar, budaya-budaya berlainan, dengan bahasa yang berlainan.

Kompromi ini yang menghasilkan Republik Indonesia, karena itu kami bertekad untuk mempertahankan Pancasila sampai titik darah yang terakhir.

Saya dari sejak 18 tahun telah tanda tangan sumpah untuk membela negara kesatuan republik indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kisah Pengasuh Kesenian Reog yang Mirip Jokowi, Sering Dikira Blusukan dan Dimintai Foto

Kalau ada yang mau merubah ini akan saya hadapi dengan semua kekuatan yang ada pada diri saya.

Di bidang pemerintahan, kami berpendapat bahwa lembaga-lembaga pemerintah harus kuat, baru negara kuat, baru program-program pembangunan bisa dilaksanakan.

Tidak mungkin program yang sehebat apapun kalau lembaga-lembaga pemerintah itu lemah, kalau terlalu banyak korupsi, kalau jual beli jabatan negara, tidak mungkin melaksanakan pembangunan.

Saya, kami berpendapat, bahwa kalau kami menerima mandat kami akan membersihkan lembaga-lembaga pemerintah.

Kami akan memperkuat lembaga-lembaga pemerintah, kami akan perbaiki seluruh kehidupan, kualitas hidup seluruh aparat pemerintah, supaya kita akan menghilangkan sekuat tenaga korupsi yang ada di republik ini .

Saya berpandangan bahwa korupsi di Indonesia sudah dalam taraf yang sangat parah, kalau penyakit, saya kira ini sudah stadium empat, dan rakyat yang saya ketemu di mana-mana seluruh Indonesia tidak mau negara ini terus seperti ini.

Mereka ingin negara dengan pemerintahan yang tidak korup.

Di bidang pertahanan, keamanan kita terlalu lemah, anggaran kita terlalu kecil, ini akan kita perbaiki kemudian.

Di bidang hubungan internasional kita menganut seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak, kita akan baik dengan semua negara, dengan semua kekuatan di seluruh dunia, kita akan baik, kita akan mencari hubungan yang saling menguntungkan, tapi juga kita akan mempertahankan, dan membela rakyat kita.

Yang utama bagi kita, membela rakyat adalah kehormatan yang sangat mulia demikian ini yang ingin saya sampaikan dan kami bertekad menuju Indonesia menang," ungkap Prabowo. (TribunWow.com/Nanda/Tiffany)

TONTON JUGA:

Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)Gamal AlbinsaidBadan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved