Kabar Tokoh

Novel Baswedan Jelaskan soal Tudingan Dirinya Dianggap Bagian dari Gerindra karena Empati Prabowo

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan angkat suara terkait dirinya yang dituding menjadi bagian dari Partai Gerindra.

Novel Baswedan Jelaskan soal Tudingan Dirinya Dianggap Bagian dari Gerindra karena Empati Prabowo
Tribunnews/JEPRIMA
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan 

TRIBUNWOW.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan angkat suara terkait dirinya yang dituding menjadi bagian dari Partai Gerindra.

Dilansir oleh Wartakota, Novel mengatakan alasannya yang dituding berada di pihak Gerindra, Senin (1/4/3/2019).

Satu di antaranya karena empati dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

Hal itu dikatakan Novel saat dirinya harus menjalani perawatan atas penyiraman air keras padanya.

Novel mengatakan banyak yang memberikan empati padanya, satu di antaranya adalah Prabowo.

Prabowo Subianto Kantongi Uang Rp 50 Ribu di Saku Jas Selama Debat, Ini Cerita di Baliknya

"Ketika saya sakit beberapa waktu lalu, rasanya banyak yang berempati kepada saya. Dan Pak Prabowo juga melakukan hal itu," ungkap Novel Baswedan melalui keterangan tertulis.

"Kalau karena itu dikatakan dekat, saya bisa juga. Artinya saya dekat dengan semua orang yang berempati kepada saya," tambahnya.

Namun, Novel menganggap hal itu aneh jika karena empati itu ia dinggap orang yang berada di payung Gerindra.

Dikarenakan menutnya kedekatan dirinya dengan Prabowo dilihat dari komitmen Prabowo yang berupaya mengungkap penyerangan pada dirinya.

Kedekatannya dengan Prabowo tak bisa diartikan Novel menjadi bagian dari Gerindra.

Soal Prabowo Tunjuk-tunjuk Penonton saat Debat, BPN: Kepentingan Nasional Tak Bisa Main-main

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kata sambutan pada acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja, di pelataran gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang.
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kata sambutan pada acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja, di pelataran gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

"Juga barangkali karena komitmen Pak Prabowo untuk mau mengungkap penyerangan terhadap saya," cetusnya.

"Kalau indikatornya itu, menurut saya itu artinya bukan dekat, tapi lebih kepada kepedulian," sambung Novel Baswedan.

Novel yang merupakan mantan anggota Polri ini juga mendapatkan tudingan itu melalui grup WhatsApp anggota Polri.

"Saya dapat informasi bahwa fitnah ini banyak di-share di grup-grup anggota Polri," ujar Novel.

Lalu, alasan lainnya dirinya dianggap menjadi bagian dari Gerindra adalah soal dirinya yang mengkritik kerja Polri.

Selain itu, protes dirinya pada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap dirinya memihak pada Prabowo.

Novel Baswedan Ungkap Alasan Mundur dari Polri dan Pilih di KPK, Lihat Reaksi Pandji Pragiwaksono

"Bagi saya aneh saja kalau saya mengkritik kerja Polri yang 'enggan' mengungkap penyerangan terhadap saya," ujar Novel.

"Lalu saya juga protes terhadap sikap Presiden yang diam saja dan tidak mau membentuk TGPF atas serangan-serangan terhadap orang-orang KPK, lalu saya dianggap politisi Gerindra. Lucu saja sih."

Sebelumnya, diberitakan dari Tribunnews, isu Novel Baswedan yang berada di payung Gerindra santer terdengar oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane.

Neta bahkan meminta KPK dan Polri perlu menindak Novel yang dianggap menjadi 'orang' Gerindra.

"Klarifikasi itu menjadi penting karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi dan KPK tidak ditunggangi kepentingan politik tertentu dalam pemberantasan korupsi di tahun politik 2019 ini," ujar Neta, dalam keterangannya, Senin (1/4/2019).

Ia juga mendesak Polri agar segera mendata anggota maupun penyidiknya di lembaga antirasuah yang terindikasi berada dalam 'barisan' Novel sebagai 'orang' Partai Gerindra.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

TONTON JUGA:

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved