Pilpres 2019
Jokowi Teriakan 'Lawan Hoaks dan Fitnah', Dahni Anzar: Prinsip Prabowo Tidak Menyimpan Dendam
Pada acara Mata Najwa, Dahnil menyampaikan pendapat mengenai orasi Jokowi di Jogja. Ia menyebut dalam menghadapi hoaks jangan ada dendam.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari pidato calon presiden (capres) 01 Joko Widodo (Jokowi) yang mengajak melawan hoaks dan fitnah.
Dalam komentarnya, Dahnil menyampaikan dengan contoh, bahwa Prabowo selama ini tidak menyimpan dendam atas hoaks yang diterima.
• Dahnil Anzar dan Adian Napitupulu Saling Tuding Hoaks, Najwa Shihab: Baru di Awal Saja Sudah Ramai
Komentar tersebut disampaikan pada acara Mata Najwa, yang diunggah pada chanel YouTube Najwa Shihab dengan judul 'Adu Kuat Kampanye: Adian vs Dahnil - Hoaks dan Pencitraan (Part 1)', Rabu (27/3/2019).
"Demokrasi pemilu adalah kompetisi menggembirakan, tidak ada yang perlu dilawan satu dan yang lainya," ucap Dahnil.
Ia menegaskan bahwa demokrasi adalah bentuk kebaikan yang harus dilakukan bersama.
Dahnil juga membenarkan jika semua orang harus ikut melawan hoaks dan fitnah.
• Sepakat dengan Jokowi soal Rabu Putih, Maruf Amin: Putih adalah Kita
"Bagi kami prinsip menggembirakan dalam demokrasi itu penting. Melawan hoaks, melawan fitnah itu harus, tetapi tidak perlu ada satu orang pun yang perlu disakiti lagi," jelas Dahnil.
Dahnil juga menceritakan bagaimana sikap Prabowo dalam menghadapi hoaks yang diterima selama ini
"Prinsip Pak Prabowo, misalnya saat difitnah selama 21 tahun, ketika difitnah, ditebar hoaks bermacam-macam oleh berbagai pihak. Prinsip beliau memaafkan, prinsip beliau tidak menyimpan dendam, tidak menyimpan kebencian karena negara ini harus dibangun dengan gotong royong," ujar Dahnil.
Sebelumnya ia diminta mengomentari orasi Jokowi saat berada di Yogyakarta, Sabtu (23/3/2019).
• Ferdinand Hutahaean Sebut Tema Debat Keempat Untungkan Prabowo dan Berefek Negatif bagi Jokowi
Pada orasi tersebut Jokowi mengajak seluruh masyarakat untuk melawan hoaks dan fitnah.
Jokowi juga menjelaskan bagaimana ia mendapat fitnah dan hoaks selama menjabat 4,5 tahun sebagai presiden.
"Saya ini sebetulnya sudah diam 4,5 tahun. Difitnah-fitnah saya diam. Dijelek-jelekin saya juga diam, dicela, direndah-rendahkan saya juga diam. Dihujat-hujat, dihina-hina saya juga diam. Tetapi hari ini di Jogja saya sampaikan, saya akan lawan!," ujar Jokowi.
Lihat video pada menit ke-3.46
Tonton juga:
(TribunWow.com/Ami)