Terkini Daerah

Tak Hanya Lawan Aparat dan Teror Warga Sipil, KKB di Papua juga Aniaya serta Perkosa Guru dan Medis

Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring mengungkapkan tindakan keji KKB di Papua. Pelaku tak segan aniaya dan perkosa guru dan tenaga medis

Tak Hanya Lawan Aparat dan Teror Warga Sipil, KKB di Papua juga Aniaya serta Perkosa Guru dan Medis
Facebook TPNPB
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) memberikan pernyataan atas pembantaian puluhan pekerja PT Istaka Karya. 

TRIBUNWOW.COM - Aksi perlawanan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua sampai saat ini masih dilakukan.

Bahkan dari fakta-fakta yang diungkapkan oleh pimpinan TNI, terungkap bahwa kelompok KKB juga tak segan melakukan tindakan keji pada guru dan tenaga medis di Papua.

Diketahui sebelumnya, aksi yang dilakukan oleh kelompok KKB kembali disorot oleh publik setelah mereka melakukan penembakan sejumlah karyawan PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan jalan Trans Papua di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi pada Desember 2018 lalu.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menjelaskan, sejumlah guru dan tenaga medis diperkosa oleh kelompok bersenjata tersebut pada bulan Oktober tahun lalu.

Fakta pemerkosaan dan penganiayaan tersebut terungkap saat Mayjen TNI Yosua menjelaskan soal kelanjutan pembangunan jembatan yang sempat tertunda.

"Guru-guru dan tenaga kesehatan yang sedang bertugas di Mapenduma dianiaya dan diperkosa pada bulan Oktober 2018 lalu. TNI tidak mungkin dan tidak akan pernah melakukan tindakan biadab seperti itu,” papar Mayjen TNI Yosua  dikutip dari Kompas.com  Kamis (21/3/2019).

Daftar Kejahatan KKB di Papua Setahun Terakhir, Bunuh 26 Orang hingga Perkosa Tenaga Medis


Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring
Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring (Kolase: DokPenrem/Antara/IST/John Roy Purba)

Selain itu, saat disinggung soal penyelesaian pembangunan jembatan, Mayjen Yoshua menjelaskan akan terus melakukan penyelesaian pembangunan jembatan yang sempat terhenti.

Menurutnya, tidak ada cara lain lagi selain melakukan perlawanan keras terhadap aksi yang dilakukan oleh kelompok KKB di Papua.

Bahkan akibat aksi kelompok KKB di Papua tersebut, warga mengaku trauma dengan segala tindak kekerasan yang mereka lakukan.

“Anda bisa membayangkan bagaimana rakyat sipil diikat tangannya dari belakang, dikumpulkan jadi satu kemudian ditembak dan dibantai secara sadis tampa perikemanusiaan," kata Yosua.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved