Pemilu 2019

Sindir PSI terkait Hasil Survei Litbang Kompas, Gerindra: Mau Mention, Takut Dipersekusi

Partai Gerindra memberikan sindiran pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait hasil survei Litbang Kompas.

Sindir PSI terkait Hasil Survei Litbang Kompas, Gerindra: Mau Mention, Takut Dipersekusi
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie saat menyambangi redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018). 

Selanjutnya, ada Perindo yang memiliki elektabilitas 1,5 persen dan resistansi 1,9 persen.

Ada pula Partai Berkarya dengan elektabilitas 0,5 persen dan resistensi 1,3 persen.

Lebih lanjut, ada Partai Garuda yang memiliki elektabilitas 0,2 persen dengan resistensi 0,9 persen.

Diberitakan Tribunnews.com, Pengamat Komunikasi Politik Ari Junaedi menilai, rendahnya elektabilitas partai-partai baru merupakan hal yang wajar dan normal.

“Selain sebagai ‘new comer’ positioning dan strategi branding mereka pun terbilang tidak tepat. Hal ini terlihat dari tingginya resistensi mayarakat terhadap partai-partai baru termasuk PSI yang dibesut anak-anak milenial,” ujar Ari, Kamis (21/3/2019).

Ari mengaku, dirinya sempat menaruh harapan besar pada PSI di awal partai tersebut berdiri.

Namun, ujar Ari, PSI kerap mengeluarkan blunder-blunder yang tak perlu di tengah perjalanannya.

PSI bahkan, terang Ari, seolah mengganggu soliditas di koalisi partai-partai pendukung pasangan 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

“Pernyataan perda syariah dan poligami yang masuk dalam ranah filosofis keagamaan sebaiknya tidak disentuh PSI di awal kampanye. Dengan cara seperti itu, PSI mengobarkan perang dengan kaum mayoritas,” ujar Ari.

“Demikian juga soal pernyataan PSI yang menyinggung kiprah partai-partai lama soal pendampingan terhadap gender, toh nyatanya sudah digarap oleh partai-partai yang jauh lebih senior,” tambahnya.

Detik Detik Anggota TKN dan BPN Adu Mulut dan Saling Tunjuk saat Debat soal Hasil Survei

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved