Pemilu 2019

Sindir PSI terkait Hasil Survei Litbang Kompas, Gerindra: Mau Mention, Takut Dipersekusi

Partai Gerindra memberikan sindiran pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait hasil survei Litbang Kompas.

Sindir PSI terkait Hasil Survei Litbang Kompas, Gerindra: Mau Mention, Takut Dipersekusi
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie saat menyambangi redaksi Tribunnews.com di Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (27/3/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Partai Gerindra memberikan sindiran pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait hasil survei Litbang Kompas.

Hal tersebut tampak pada unggahan di akun Twitter terverifikasi Partai Gerindra, @Gerindra, Kamis (21/3/2019) malam.

Dalam kicauan tersebut, Gerindra mengomentari hasil survei yang menyebutkan bahwa PSI adalah partai baru yang paling ditolak masyarakat.

Hasil Survei Litbang Kompas untuk Cawapres, Peran Sandi Cenderung Lebih Tinggi Dibandingkan Maruf

Gerindra meminta PSI untuk bersabar menerima hasil survei tersebut.

Namun, Gerindra tak me-mention akun Twitter Official PSI ataupun kader PSI.

Gerindra lantas menuliskan takut dipersekusi jika saja memention akun partai atau akun kader.

"Yang sabar ya Bro and Sist.

Mau mention akun kader dan partainya, tapi takut dipersekusi," tulis Gerindra.

Partai Gerindra memberikan sindiran pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait hasil survei Litbang Kompas.
Partai Gerindra memberikan sindiran pada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait hasil survei Litbang Kompas. (Twitter @Gerindra)

Perbandingan Hasil Survei Pilpres Terbaru 5 Lembaga: Jokowi-Maruf Vs Prabowo-Sandiaga

Diberitakan Kompas.com, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, PSI merupakan partai baru yang paling tinggi resistansinya atau bisa dikatakan sebagai yang paling ditolak masyarakat.

PSI sendiri memiliki elektabilitas 0,9 persen, sementara resistansi masyarakatnya ditolak oleh 5,6 persen masyarakat.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Rekarinta Vintoko
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved