Pilpres 2019

Hasil Survei Tunjukkan Prabowo-Sandi Mulai Dekati Jokowi-Maruf, BPN: Cukup Ketat Angkanya

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Imelda Sari, menyebut elektabilitas kedua pasangan capres dan cawapres terpaut menipis.

Tribun-video.com
Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) dan Capres 02 Prabowo Subianto. 

TRIBUNWOW.COM - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Imelda Sari, menyebut elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden saat ini terpaut tipis dengan selisih di bawah 10 persen.

Hal tersebut berdasarkan hasil survei internal BPN, Imelda menyebut, pasangan rival Joko Widodo-Ma'ruf Amin memang masih unggul.

Namun ia meyakini dalam sisa waktu kampanye yang kurang dari satu bulan ini, Prabowo-Sandi bisa menyalip elektabilitas petahana.

"Kalau dari posisi survei yang kita lihat memang cukup ketat angkanya. Selisihnya cukup kecil. Kalau survei Litbang Kompas (selisihnya) 11 persen, kami di bawah 10 persen," kata Imelda dalam diskusi 'mengukur berbagai hasil survei' di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Kata 5 Tokoh soal Survei Litbang Kompas, Hinca Pandjaitan Sebut Menipis hingga Suryani Bersyukur

Imelda menanggapi survei Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret 2019 yang menunjukkan penurunan elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf dan kenaikan elektabilitas Prabowo-Sandi.

Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf turun 3,4 persen, dari 52,6 persen di Oktober 2018 menjadi 49,2 persen.

Di sisi lain, Prabowo-Sandi mengalami kenaikan 4,7 persen, dari 32,7 persen menjadi 37,4 persen.

Selisih suara antara kedua pasangan menyempit menjadi 11,8 persen. Imelda mengaku pihaknya akan menjadikan survei Litbang Kompas tersebut sebagai masukan.

Jokowi tertawa saat mendengar Prabowo meminta debat dihentikan jika satu suara, Minggu (17/2/2019).
Jokowi tertawa saat mendengar Prabowo meminta debat dihentikan jika satu suara, Minggu (17/2/2019). (Capture Kompas TV)

Namun, BPN tetap akan menjadikan survei internal sebagai rujukan utama.

"Dengan adanya survei yang terakhir dari Kompas ini, tentu apa yang kita lihat dari survei Kompas ini bisa kita jadikan rujukan untuk memotret pada awal Maret," ujar Imelda.

Hasil Survei 3 Lembaga soal Elektabilitas Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga Jelang Pilpres 2019

Imelda menilai bisa jadi saat ini elektabilitas Prabowo-Sandi sudah jauh lebih meningkat dibandingkan dengan yang terpotret dari survei Litbang Kompas.

Sebab, survei Litbang Kompas dilakukan pada akhir Februari hingga awal Maret.

Banyak peristiwa yang tak terekam dalam survei, seperti tertangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy hingga debat pilpres ketiga antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Survei Internal BPN, Jokowi Masih Unggul, tapi Tak Sampai 10 Persen

Ikuti kami di
Editor: Claudia Noventa
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved