Viral Medsos

Viral Running Text Ajak Pilih Prabowo dan Unsubscribe Atta Halilintar, Puskesmas Srondol Buka Suara

Video viral running text di Puskesmas Srondol memperlihatkan ajaka memilih Prabowo-Sandi dan tidak mensubsribe Atta Halilintar.

Viral Running Text Ajak Pilih Prabowo dan Unsubscribe Atta Halilintar, Puskesmas Srondol Buka Suara
Instagram @!_.60d.Inf0pOlit1k._,
Video viral running text puskesmas di Semarang ajak pilih Prabowo Sandi, Selasa (5/3/2019). 

TRIBUNWOW.COM - Video viral running text di Puskesmas Srondol, Kota Semarang menjadi perbincangan warganet.

Pasalnya, running text tersebut berisi ajakan untuk memilih calon presiden (capres) Prabowo serta tidak men-subscribe YouTuber Atta Halilintar.

Video itu juga turut diunggah oleh akun netizen @!_.60d.Inf0pOlit1k._, Selasa (5/3/2019).

Terlihat di depan pintu masuk puskesmas, tertulis 'Pilih No.2 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Dahnil Anzar Unggah Video Viral Pasien Ditandu ke Puskesmas, Bupati Pandeglang Beri Penjelasan

 

Sementara dilansir oleh Tribun Jateng, running text puskesmas itu telah dihack oleh orang tak bertanggungjawab.

Viral Video Oknum Guru Putar Video Porno di Kelas, Begini Reaksi sang Guru saat Diteriaki Siswanya

Sebelum dihack, puskesmas itu berisi tulisan tips, program kesehatan yang diluncurkan resmi oleh pihak puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr Widoyono mengatakan telah melakukan tindakan atas kejadian itu.

"Setelah mengetahui itu kami turunkan dan matikan (running text),” ujar Widiyono, Senin (4/3/2019).

Widiyono juga mengatakan running text ajakan memilih dan men-unsubscribe Atta Halilintar itu muncul di pagi hari.

"Tulisan itu muncul selama satu setengah jam, dari pukul 08.30 hingga 09.00 WIB," kata Widiyono.

Viral Video Jokowi Hilangkan Angka Dua saat Hitung Mundur, Begini Respons TKN dan BPN

Namun, pihaknya belum mengetahui siapa orang yang meretas running text itu.

Selanjutnya, pihaknya bersama puskesmas masih akan merapatkan ke tim internal apakah kejadian tersebut akan dilaporkan ke pihak kepolisian atau tidak.

Untuk sementara, pihak puskesmas memilih untuk mematikan running text itu.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved