Pemilu 2019
Rilis Survei Terbaru, Elektabilitas PDIP Turun Gerindra Stabil, Efek Ekor Jas Capres Jokowi-Prabowo?
PDIP mengalami penurunan elektabilitas bersadarkan survei terbaru RTK, sementara Gerindra stabil dari pemilu 2014 lalu, apakah efek ekor jas?
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengalami penurunan elektabilitas berdasarkan survei terbaru, Sabtu (2/3/2019).
Berdasarkan rilis yang diterima TribunWow.com, lembaga survei Roda Tiga Konsultan (RTK) merilis survei terbaru terhadap pemilihan serentak 2019.
Survei tersebut digelar pada 28 Januari 2019 hingga 15 Februari 2019 dengan menggunakan metode stratified sistemic random sampling dengan margin of error 2,5 persen.
Hasilnya, dari 1610 responden yang diambil secara acak di seluruh provinsi di Indonesia, elektabilitas PDIP menurun.
Direktur RTK, Kahfi Siregar mengatakan PDIP mendapatka 22,1 persen.
Hasil tersebut menurun dibanding hasil survei pada Agustus 2018.
• Survei Cyrus Network Sebut Elektabilitas Prabowo-Sandi 36%, BPN: Kami Percaya Survei Internal
Sementara dua partai mengalami kenaikan yakni Golkar dan PKB.
"Berbeda dengan PDIP, Golkar dan PKB justru mengalami kenaikan. Golkar tercatat naik dari 9,3 persen menjadi 11,2 persen, PKB dari 6,5 perseb menjadi 8 persen," terang Kahfi dalam keterangan tertulisnya.
Sementara Partai Gerindra dan Demokrat belum mengalami kenaikan dibanding pemilu 2014 silam.
"Sementara Gerindra dan Demokrat belum beranjak," kata Kahfi.
Partai lainnya, yakni PPP, PKS, Nasdem dan PAN berada di ambang batas threshold dengan rata-rata memperoleh 4 persen.
Sementara partai yang tidak lolos threshhold adalah Hanura, PBB, PKPI dan juga partai pendatang baru yaitu Garuda, Berkarya, Perindo dan PSI.
• Survei Elektabilitas Capres Terbaru Versi PoliticaWave, Lihat Selisih Prabowo-Sandi Vs Jokowi-Maruf
Dari hasil survei yang memiliki margin of error kurang lebih 2,5 persen itu, RTK menarik 5 kesimpulan.
Satu di antaranya PDIP masih bertengger di susul Gerindra, Golkar, PKB, dan Demokrat.
"Jika diberikan pilihan 16 nama partai (tertutup) maka PDIP unggul dengan elektabilitas 22,1%, Gerindra di posisi kedua 13,7%, Golkar 11,2%, PKB 8% dan Demokrat 7,2%. Undecided voters masih tersisa sebesar 20,9%," tulis Kahfi.
PDIP dan Gerindra mendominasi karena efek ekor jas dari calon presiden (capres) yang mereka ajukan.
"Dibandingkan perolehan suara 2014, hanya PDIP dan Gerindra yang mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini menunjukkan efek ekor jas dari Pilpres benar-benar hanya menguntungkan bagi 2 partai saja, yaitu PDIP dan Gerindra," tambah Kahfi.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/partai-yang-mengikuti-kontestasi-di-pemilu-2019.jpg)