Pilpres 2019
Pembangunan 191 Ribu Km Jalan Desa Jadi Perdebatan, Jokowi: Kalau Ragu Silakan Ukur Sendiri
Presiden Joko Widodo heran ada pihak yang menyangsikan pembangunan 191.000 kilometer jalan desa selama empat tahun pemerintahannya.
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo heran ada pihak yang menyangsikan pembangunan 191.000 kilometer jalan desa selama empat tahun pemerintahannya.
"Ada yang bilang, enggak mungkin sebab 191.000 km itu panjang banget," ujar Jokowi ketika berpidato pada acara pengarahan penyelenggara desa di Ancol, Jakarta, Rabu (21/2/2019).
Jokowi menjelaskan bahwa jalan desa yang dibangun itu tentu tidaklah lurus seluruhnya. Pasti ada kelokan.
Selain itu, tentu tidak hanya satu ruas yang dibangun, tetapi beberapa ruas jalan.
• Kronologi Kasus WNI Diculik dan Dijual di Malaysia, Keluarga sampai Minta Tolong Jokowi-Prabowo
Jokowi mencatat, satu desa bisa membangun 600 meter jalan.
Sementara di Indonesia ada 74.900 desa.
"Bagaimana kalau itu (600 meter jalan) dikerjakan selama empat tahun untuk 74.900 desa?" ujar Jokowi.
Ia melanjutkan, pihak-pihak yang sangsi atas panjang jalan desa yang sudah dibangun sejak pemerintahannya diminta melakukan pengukuran sendiri.
"Kalau ada yang menyangsikan (pembangunan) 191.000 kilometer (jalan desa) dibilang tidak mungkin, ya silakan ukur sendiri," ujar Jokowi.
Presiden Jokowi tak gamblang menyebutkan siapa-siapa yang menyangsikan pembangunan 191.000 kilometer jalan desa itu.
• Hasil Survei Popularitas Capres Terbaru, Lihat Jarak Angka Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi
Namun, publik mengetahui bahwa Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, adalah salah satu pihak yang menyangsikan kinerja Jokowi itu.
Dalam cuitan yang diunggah Senin (18/2/2019), Dahnil menulis, "Jokowi klaim membangun jalan desa 191.000 kilometer. Ini sama dengan 4,8 kali keliling bumi atau 15 kali diameter bumi.
Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi."
Cuitan satir itu kemudian ramai menjadi perbincangan di dunia maya. (Kompas.com/Fabian Januarius Kuwado)