Kabar Tokoh
Yudhistira Massardi Tulis Kembali Kisah Cinta, Aprisca: Saya Sempat Cemburu
Seorang sastrawan memiliki dunianya sendiri, hal itulah yang membuat Aprisca Hendriany merasa cemburu bila Yudhistira menuliskan kisah-kisah cinta.
Penulis: AmirulNisa
Editor: Rekarinta Vintoko
TRIBUNWOW.COM - Aprisca Hendriany atau akrab disapa Sisca mengaku sering cemburu saat Yudhistira Ardi Nugraha Moelyana Massardi atau lebih dikenal dengan Yudhistira ANM Massardi menulis buku-bukunya.
Hal itu tampak dalam acara bertemu, berbincang, dan menikmati musik bersama sastrawan terkenal Yudhistira ANM Masardi di kantor Tribibunnews.com, Solo Senin (18/2/2019).
Yudhistira tidak datang sendiri, ditemani sang istri tercinta Sisca dan kelompok musik Uniloka.
• Yudhistira Massardi Rilis Novel Penari dari Serdang, Ungkap Alasan Solo Dipilih Jadi Kota Perilisan
Sisca sempat bercerita bagaimana proses kreatif Yudhistira dalam menulis novel 'Penari dari Serdan'.
Dalam perbincangan sisca mengaku belum membaca buku tersebut lantaran cemburu.
"Selama pembuatan karya yang sudah berbau cinta, saya cemburuan," ujar Sisca.
"Saya nanya siapa pacaranya? apa yang kamu bayangkan, jangan jangan," tambahnya.
"Kata Pak Yudhis 'kamu harus bisa memisahkan antara imajinasi dan realita' tapi saya gak bisa," jelas Sisca sambil tersenyum bahagia.
Sisca selalu curiga terhadap tokoh-tokoh yang ditulis oleh Yudhistira.

Penari dari Sedra (capture web bentara budaya)
Di balik itu Sisca sangat senang dengan adanya buku 'Penari dari Serdan', melalui buku tersebut semangat Yudhistira terlihat seperti beberapa puluh tahun yang lalu.
Buku 'Penari dari Serdan' adalah novel yang menceritakan peradaban melayu.
Yudhistira juga menjelaskan bahwa buku 'Penari dari Serdan' adalah proposal revitalisasi budaya melayu.
Kekhawatiran akan budaya melayu yang mulai hilang membawa Yudistira menulis kembali melaluui 'Penari dari Serdan'.
Menggunakan tokoh penari, menurut Yudhistira menjadi daya tarik yang membuat bukunya terlihat cantik, namun syarat dengan muatan budaya yang kental.
Dalam proses pembuatan novel, Yudhistira mengaku lebih banyak menulis lewat smartphone, sehingga dalam satu bab tidak terlalu tebal.
• Luncurkan 4 Buku Baru di Makassar, Gramedia Pustaka Utama Punya Misi Khusus
Malam ini Yudhistira akan tampil di Balai Soejadmoko bersama dengan Uniloka dan mengulik kembali buku 'Penari dari Serdan'.
Dikutip dari ensiklopedia kemdigbud Senin (18/2/2019) karya-karya Yudhistira sebelum 'Penari dari Serdan' yaitu novel 1) Arjuna Mencari Cinta (1977), 2) Arjuna Mencari Cinta Part II (1980), 3) Arjuna Wiwahahaha (1984), 4) Obladi Oblada (1979), 5) Mencoba Tidak Menyerah (1980). Sandiwara 1) "Wot atawa Jembatan" (sandiwara, 1977); dan 2) "Ke" (sandiwara, 1978). Kumpulan Cerpen 1) Penjarakan Aku dalam Hatimu (1979), 2) Yudhistira Duda (1981), 3) Wawancara dengan Rahwana (1983), dan 4) Wanita dalam Imajinasi (1994). Kumpulan sajak 1) Rudi jalak Gugat (1982), 2) Sajak Sikat Gigi (1983) dan 13) Sajak (1977).
(TribunWow.com)