Terkini Nasional
Ini Respons Tokoh soal Tweet 'Presiden Baru' CEO Bukalapak, Unggah Video Uninstall hingga Sindir Hak
Ramainya reaksi di Twitter lantaran cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky, juga ditanggapi sejumlah tokoh, ini tanggapannya.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Ramainya reaksi di Twitter lantaran cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky, juga ditanggapi sejumlah tokoh, Kamis (14/2/2019).
Sebelumnya, Achmad Zaky pada halaman Twitternya, menulis kritik secara tidak langsung mengenai budget R&D Negara Indonesia dan menyinggung presiden baru, pada Kamis (13/2/2019).
Ia menulis soal anggaran R&D yang sangat minim tahun 2016 yang hanya 2 miliar dolar AS dan tertinggal jauh dari negara lain.
Namun pada akhir tweet Zaky menyebutkan soal presiden baru.
Hal itu pun memicu tagar yang trending berbunyi dua arah yakni #DukungBukaLapak dan #uninstallbukalapak.
Hingga pada Jumat (15/2/2019), pukul 08.00 WIB #DukungBukaLapak digemakan sebanyak 29,4 ribu cuitan dan tagar #uninstallbukalapak diramaikan 39,6 ribu tweet.
Sejumlah tokoh pun turut menanggapi.
• Rustam Ibrahim dan Yunarto Wijaya Silang Pendapat Terkait Cuitan Presiden Baru CEO Bukalapak
Berikut TribunWow rangkum tanggapan dari yang mengatakan hak pribadi mendukung capre manapun hingga acuh:
Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya ikut mencuitkan tanggapannya.
Menurutnya, apa yang dicuitkan Zaky merupakan haknya untuk memilih capres-cawapres mana yang ia dukung.
Ia pun mengkritik mereka yang memboikot Zaky karena cuitannya.
"Yes... Gua bela @achmadzaky .. Bebas kok dia mau dukung no 1 atau 2, terlepas dia dah nikmati apa aja di rezim skrg... Gak usah t***l pake cara2 boikot2an cuma karena urusan beda pendapat di pilpres...," tulis akun @yunartowijaya.

Mantan Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Rustam Ibrahim ikut menanggapi cuitan Yunarto Wijaya yang membela cuitan CEO Bukalapak, melalui akunnya @Rustamibrahim, Jumat (15/2/2019).
Menurutnya, tidak salah jika ada pihak yang memboikot produk seorang pebisnis yang berkampanye.
Hal tersebut dinilai wajar karena menurut Rustam tiap pendukung tentu menginginkan pihak yang didukungnya menang.
Rustam lantas mengatakan bahwa seorang pebisnis seharusnya berdiri di dua kaki, dan bukannya malah mengambil posisi politik.
• Reaksi Netizen Terbelah Dua, Dukung dan Kritik soal Cuitan Presiden Baru CEO Bukalapak Achmad Zaky
"Menurut saya, jika orang bisnis berkampanye sah-sah saja jika pendukung salah satu pihak memboikot produknya.
Dan itu tidak tol*l, krn setiap pendukung ingin yg didukungnya menang.
Biasanya businessman sejati itu berdiri di 2 kaki, menyumbang dua pihak. Tidak ambil posisi politik," tulis Rustam, Jumat (15/2/2019).

Dipostingan lainnya, bahkan Rustam menyarankan untuk Zaky berhenti menjadi CEO jika ingin berpolitik.
"Makanya jadi orang bisnis itu harus hati2 bicara politik apalagi dalam situasi pemilihan.
Jika memang begitu nafsu berpolitik, berhenti saja jadi CEO. Jadi caleg, pasti tidak ada yang peduli," tulis Rustam.
• Piala Presiden 2019 akan Digelar pada 2 Maret di Lima Kota di Pulau Jawa, Surabaya Tak Masuk
3. Mbah Mijan
Tak hanya itu, Mbah Mijan juga turut menanggapi.
Dari postingannya terlihat ia memilih untuk meng-uninstall aplikasi Bukalapaknya.
"Maaf Guys, ini kok rame banget trending #uninstallbukalapak mohon koreksi yaa, apakah cara uninstall yang benar begini? Trims," tulis @mbah_mijan, Kamis (!4/2/2019).
Ia mengunggah video menguninstall aplikasi Bukalapak di postingannya.

4. Didik J. Rachbini
Politisi sekaligus dosen akademisi Didik J. Rachbini lebih memilih melayangkan pembelaan dengan akun Twitternya, @DJRachbini, Jumat (15/2/2019).
Menurutnya kritik yang dicuitkan Achmad Zaky seharusnya direspon dengan balasan substansi kritik bukan dengan pribadinya.
"Achmad Zaky adalah tokoh khusus dan baru2 ini posting perbandingan dana riset, lalu diserang pribadinya.
Kritik dilawan dengan cara menyerang orangnya bukan merespon substansi kritiknya.
Sayang demokrasi diisi oleh orang2 tidak waras," tulisnya.
5. Pegiat sosial media, Denny Siregar
Sedangkan pegiat sosial media, Denny Siregar lebih memilih untuk acuh dan memilih untuk tidak membawa perasaan.
"Ini negara bebas. Mau #uninstallbukalapak terserah. Gak install @bukalapak juga terserah. Jadi gak usah baper lah..," tulis akun @Dennysiregar7, Kamis (17/2/2019).

Diberitakan sebelumnya, Achmad Zaky pada halaman Twitternya, menulis kritik secara tidak langsung mengenai budget R&D Negara Indonesia dan menyinggung presiden baru, pada Kamis (13/2/2019).
"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD)
1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B.
Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Achmad Zaky di cuitannya.

Namun berdasarkan pantauan TribunWow postingan tersebut telah dihapus.
Karena hal itu, netizen Twitter ramai-ramai melayangkan kritik dan dukungan.
Yang merasa kecewa menggaungkan #uninstallbukalapak.
Sedangkan yang merasa sepakat meramaikan #DukungBukaLapak.
Paham jika cuitannya mengundang respon dari banyak pengguna Twitter, Achmad Zaky langsung kembali mencuitkan klarifikasi di halaman Twitternya.
Ia menuliskan presiden baru yang dimaksud bisa mengartikan kubu 01 Jokowi dan kubu 02 Prabowo Subianto.
• Di Sela Rangkaian Kampanye, Prabowo Tepati Janji Jenguk Ani Yudhoyono di Singapura
Achmad yang juga dinobatkan menjadi satu di antara orang terkaya di RI ini juga menuliskan ia hanya menyampaikan fakta yang ada.
Ia pun kembali menuliskan permintaan maaf untuk cuitannya untuk siapapun yang merasa kurang sesuai.
"Bangun2 viral tweet saya gara2 "presiden baru" maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovation budget," tulisnya, Kamis (14/2/2019).
"Tujuan dari tweet saya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, kita perlu investasi di riset dan SDM kelas tinggi. Jangan sampai kalah sama negara2 lain."
"Kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia selama ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju."
"Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya jadi misperception.
Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo).
Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya."

Achmad kembali melanjutkan, ia juga mengapresiasi masyarakat yang peduli dengan isu R&D ini.
"Saya apresiasi sekali concern masyarakat twitter soal isu R&D ini. Tanda kalau kita ga kalah pinter.
R&D adalah single pembeda negara maju dan miskin. Kalau ga kuat di R&D, kita akan perang harga terus. Negara maju masuk di perang inovasi. Negara miskin masuk di perang harga."
Lihat video lainnya:
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah/ Ananda Putri)