Pilpres 2019

Ekonom Sebut Janji Prabowo Turunkan Harga Pangan dalam 100 Hari Tak Mungkin Bisa Dilakukan

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengatakan, janji Prabowo Subianto urunkan harga bahan pokok dalam 100 hari setelah menjabat tak mungkin bisa dilakukan

Ekonom Sebut Janji Prabowo Turunkan Harga Pangan dalam 100 Hari Tak Mungkin Bisa Dilakukan
Capture Youtube KompasTV
Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, janji calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang sebut akan turunkan harga bahan pokok dalam 100 hari setelah dirinya menjabat adalah hal yang tidak mungkin bisa dilakukan. 

TRIBUNWOW.COM - Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, janji calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang sebut akan turunkan harga bahan pokok dalam 100 hari setelah dirinya menjabat adalah hal yang tidak mungkin bisa dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Bhima di program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Minggu (10/2/2019).

Pasalnya, menurut Bhima, harga yang ada di pasaran memiliki ketergantungan dengan harga impor.

Fahri Hamzah: Fakta Bahwa Ekonomi Bocor Sebagaimana Keyakinan Prabowo Lambat Laun Makin Terbukti

"Ini nggak bisa begitu. 100 hari dipaksa harga turun, ada berapa barang yang itu kita impor. Jadi harga itu tidak ditentukan di dalam negeri. Tapi ditentukan variabelnya di luar negeri," kata Bhima.

Bhima lantas memberikan sejumlah contoh dari pernyataannya itu.

"Contoh bang Sandiaga (calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno) bilang terigu naik. Andai kata naik, kita harus cek harga gandum yang ada di Amerika Serikat itu berapa? Naik apa turun?" paparnya.

Namun, dijelaskan Bhima, untuk trennya di sepanjang 2018, harga gandum mengalamani penurunan.

"Kemudian kita cek tempe, yang sering dibilang setipis ATM. Tempe itu kan dari kedelai. Kedelai impor di Amerika Serikat itu sepanjang 2018 juga mengalami penurunan," tambahnya.

Bhima pun menegaskan, mengendalikan harga tidaklah semudah itu.

"Daging sapi itu juga bergantung dari harga impor yang ada di Australia," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved