Kabar Tokoh
Prabowo Sebut Pihaknya Diserang Dihujat Difitnah, Teddy Gusnaidi: Harusnya Jokowi yang Bilang
Teddy Gusnaidi tanggapi kicauan Prabowo yang menyebut pihaknya telah diserang, dihujat, dan difitnah.
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan Calon Presiden (Capres) Prabowo Subianto yang menyebut pihaknya telah diserang, dihujat, dan difitnah.
Hal itu, ia sampaikan melalui akun Twitter miliknya @TeddyGusnaidi, Kamis (7/2/2019).
Menanggapi pernyataan Prabowo itu, Teddy beranggapan bahwa seharusnya yang menyatakan hal tersebut adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Pasalnya, menurut Teddy, kabar bohong justru kerap diterima oleh pemerintahan Jokowi.
• Erick Thohir Dilaporkan ke Bawaslu, Teddy Gusnaidi: Wah Harus Buka Kitab Suci Fiksi Kalau Begini
Menanggapi hal itu, Teddy menyebut Prabowo dengan kata aneh.
"Seharusnya yang bicara begini Pak @jokowi bukan anda pak @prabowo.
Anda yang memproduksi dan menyebarkan kebohongan untuk menyerang Pemerintahan Jokowi, kok anda yang bilang diserang, dihujat dan difitnah?
Aneh anda ini.. Pembuat dan penyebar hoax kok seolah-olah terzolimi?" tulis Teddy.

Diketahui, cuitan Teddy tersebut untuk menanggapi pernyataan Prabowo saat menyampiakan sejumlah pesan di Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Gerindra yang ke-11.
Melalui akun Twitternya, @prabowo, ia awalnya mengungkapkan bahwa Gerindra berdiri untuk membawa harapan baru dan menjaga warisan dari cita-cita bangsa, Rabu (6/2/2019).
Ia pun mengatakan selama perjalanan politik, Gerindra kerap mendapat serangan, fitnah, hingga hujatan.
Meski demikian, Prabowo meminta para kadernya untuk tidak mengambil hati atas hujatan itu.
• Teddy Gusnaidi: Ahmad Dhani Tak Ada Urusan dengan Jokowi, Apa Dia Sengaja Dijebak Kelompok Prabowo?
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan agar kadernya percaya, bahwa semakin berat hambatan, maka tujuan yang ingin diraih semakin dekat.
Simak kicauan Prabowo selengkapnya di bawah ini:
1. Sebelas tahun kita berhimpun dalam naungan panji Partai Gerindra. @Gerindra berdiri untuk membawa harapan baru. Gerindra berdiri untuk menjaga warisan dari cita-cita pendiri bangsa, agar setiap rakyat dan bangsa hidup terhormat, hidup makmur.
2. Kita telah bersumpah setia menjaga Pancasila dan UUD 1945 dalam setiap jati diri kader Partai Gerindra.
3. Sebagai pejuang politik, kita menyadari dengan berpolitik kita sedang berjuang, berkorban, bekerja untuk memperbaiki kehidupan rakyat dan bangsa. Dengan terjun ke politik kita paham hanya dengan berkuasa, perubahan nyata dapat kita wujudkan.
4. Kita meyakini, kekuasaan yang murni, kekuasaan yang langgeng adalah kekuasaan yang diamanatkan oleh rakyat dan diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Besar, Allah SWT.
5. Amanat yang diberikan harus kita jaga, dijalankan dengan amanah, semata-mata untuk berbakti dan melayani rakyat dan berbuat demi kemaslahatan orang banyak, bukan untuk mencari kekayaan pribadi atau keagungan diri.
• Sempat Berdebat Sengit di Mata Najwa, Kubu Jokowi dan Prabowo Rukun saat Bicarakan Jan Ethes
6. Namun dalam perjalanan mewujudkan amanat tersebut bukanlah jalan yang mudah. Kita diserang, dihujat dan fitnah, janganlah kita ambil hati. Jadilah seorang pendekar, yang tetap bergerak dan terus berjalan lurus berjuang demi Negara.
7. Percayalah semakin dekat kita dengan tujuan, semakin berat hambatan yang akan kita lalui.
8. Kita sendiri-sendiri tidak ada artinya. Kita bersama-sama, lintas generasi, lintas profesi, beragam suku, bermacam agama bergerak seirama akan memberikan perubahan besar bagi rakyat dan bangsa.
9. Kita adalah pejuang yang yakin bahwa Negara ini mampu menyejahterakan rakyatnya. Kita adalah pejuang yang membela hak-hak dari rakyat yang menaruh kepercayaannya di pundak kita.
10. Terima kasih atas kesetiaanmu, loyalitasmu, perjuanganmu. Terima kasih atas solidaritas dan kebersamaan, perjuangan dan pengorbananmu selama ini. Yakinlah kita akan membawa kemakmuran bagi rakyat dan kejayaan bagi bangsa Indonesia," tulis Prabowo Subianto.
(TribunWow.com/Atri/Lailatun Niqmah)