Kabar Tokoh
Komentari Kasus Rocky Gerung, Ali Ngabalin Peringatkan Publik Jangan Lancang dan Cerewet
Kasus dugaan penistaan agama yang menimpa pengamat politik Rocky Gerung mendapatkan tanggapan dari Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Ngabalin.
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Kasus dugaan penistaan agama yang menimpa pengamat politik Rocky Gerung mendapatkan tanggapan dari Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin.
Melalui tayangan YouTube Kabar Petang, Ali Ngabalin memberikan apresiasi karena stasiun televisi Tv One memberikan kesempatan pihak istana untuk angkat suara, Kamis (31/1/2019) malam.
Ngabalin menegaskan dengan adanya kesempatan dirinya untuk berbicara, ia memberikan pesan agar publik jangan lancang dalam mengeluarkan pendapat.
"Tv One mengetengahkan materi ini kan luar biasa sangat bagus jadi paling tidak kita bisa berdialog, kemudian memberi pencerahan, meng-educate publik Indonesia bahwa orang itu dalam mengeluarkan pendapat pandangan ke publik jangan lancang, jangan cerewet," ujar Ali Ngabalin.
Menurut Ngabalin, orang seperti Rocky Gerung dalam kasusnya dianggap terlalu lincah dalam mengeluarkan pendapat.
• Tanggapi soal Kasus Pelaporan pada Rocky Gerung, Ali Ngabalin Mengaku Kaget hingga Bingung
Sehingga Rocky bisa tersangkut kasus hukum karena hal itu.
"Sekelas Rocky Gerung itu kalau dia masih memberikan narasi, diksinya mengenai Al Quran itu fiksi dan mensejajarkan Babat Tanah Jawa itu fiksi itu atau menjelaskan, saya mau bilang bahwa karena terlalu lincah dalam bercakap itu bisa menjadi masalah dalam kasus hukum," ujar Ngabalin.
"Sehingga, kalau poin ini harus dibawa-bawa terkait intervensi pemerintah atau intervensi istana dan presiden saya kira itu jauh dari kenyataan," tambahnya.
Sebelumnya, dalam acara yang sama Ali Ngabalin juga mengaku kaget dan heran atas kasus yang menimpa Rocky Gerung.
"Yang pertama saya memang selalu heran dan kaget, bingung lah sebetulnya," ujar Ali Ngabalin.
• Bahas Rocky Gerung dan Pengikutnya, Rustam Ibrahim: Dia Liberal Tapi Penggemarnya justru Sebaliknya
Dikarenakan, menurutnya hampir semua masalah yang berhubungan dengan oposisi selalu dikaitkan dengan intervensi pemerintah.
Ia juga mencontohkan kasus Andi Arief beberapa bulan yang lalu yang juga dikaitkan dengan intervensi dari pemerintah.
Menurutnya hal seperti itu tidak perlu dikaitkan dengan intervensi dari pemerintah.
"Hampir semua yang terkait dengan rasa tanggungjawab publik, mungkin yang dilakukan oleh Bung Lapian (Jack Boyd Lapian), atau kawan-kawan atau orang lain mungkin merasa keberatan atau merasa terganggu dengan suasana batin mereka tentang satu masalah di publik, mereka lapor ke polisi selalu saja sama seperti pernyataan Andi Arief, halusinasinya selalu tinggi seperti menginggau semuanya pemerintah, intervensi istana, presiden, dan lain-lain," terangnya.
"Seperti hari ini Pak Rocky Gerung, jadi maksud saya kayak gatel badannya kalau tidak sebut intervensi pemerintah, entar kucing mati ditabrak sama mobil, sepeda mati di jalan jangan-jangan nanti lalu lintas intervensi presiden dan nabrak mati lagi," tambah Ngabalin.
• Sebut Pelapor Tak Berfikir Abstrak, Rocky Gerung: Sebab Doktrinnya Kerja Kerja Kerja Bukan Pikir
Lihat videonya:
• Sebelum Bertanya Yang Gaji Kamu Siapa?, Rudiantara Sempat Tegur Peserta yang Bahas Pilpres
Diketahui, Rocky Gerung telah mendapatkan pemanggilan kasus dugaan penistaan agama yang ditujukan padanya.
Namun, ia tidak menghadiri panggilan itu, Kamis (31/1/2019).
Rocky Gerung pun angkat suara terkait ketidakhadiran dirinya yang dilaporakan oleh Jack Boyd Lapian.
Rocky menyebut ucapan yang diduga menista agama itu ia sampaikan sejak tahun 2018 lalu.
Untuk itu ia bertanya-tanya mengapa setelah satu tahun sejak saat itu tidak diproses oleh pihak yang berwajib.
"Sama seperti hari ini saya yang seharusnya diperiksa oleh Mabes itu untuk sesuatu yang diduga laporan dungu dari Tim Sukses Pak Jokowi itu," ungkap Rocky Gerung melalui tayangan YouTube Rocky Gerung Channel, Kamis (31/1/2019).
"Itu kan peristiwa dari setahun lalu kok enggak diproses-proses."
"Ketika saya keliling blusukan akal sehat ke seluruh hampir semua provinsi, tiba-tiba dipanggil polisi, ngapain coba," sambungnya.
• Tak Hadiri Panggilan Polisi, Rocky Gerung: Peristiwa Setahun Lalu Kok Enggak Diproses-proses
Diketahui bahwa Rocky Gerung dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan menyebut 'kitab suci itu adalah fiksi'.
Menurutnya, pelapor tidak memberikan penjelasan secara utuh.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa saat itu dirinya tidak menyebut secara spesifik soal agama.
"Kapan saya mengatakan seperti itu," ucapnya.
"Dipenggal (kalimatnya) saja, saya mengatakan bila fiksi itu menghasilkan imajinasi maka kitab suci itu juga menghasilkan imajinasi."
"Kalau tidak setuju berarti fiksi tidak menimbulkan imajinasi, ya sudah selesai."
"Dibilang menghina agama. Agama siapa yang yang saya hina, saya enggak sebut agama apa-apa di situ. Apa yang saya hina?," tandasnya.
(TribunWow.com/Tiffany Marantika/Atri Wahyu)