Pilpres 2019
Disebut Terpilih Jadi Cawapres Jokowi untuk Meredam Isu, Maruf Amin: Mungkin tapi Bukan Satu-satunya
Ma'ruf Amin menanggapi isu dirinya mengapa dipilih pasangannya, Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan.
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Claudia Noventa
TRIBUNWOW.COM - Calon Wakil Presiden (cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin, menanggapi kabar yang menyebutkan bahwa dirinya dipilih sebagai pasangan Joko Widodo (Jokowi) untuk meredam isu.
Hal ini diungkapkannya saat menjadi bintang tamu dalam acara Mata Najwa, yang mengusung tema 'Politik Sarung Maruf Amin', pada Rabu (30/1/2019).
Awalnya, pembawa acara Najwa Shihab menanyakan apakah Ma'ruf Amin merasa dirinya dipilih Jokowi untuk menaikkan kredibilitas keislaman Jokowi.
• Dua Kali Nama Quraish Shihab Disinggung Maruf Amin, Najwa Shihab Tunjukkan Reaksi Berbeda
"Pak Ma'ruf, apakah Anda melihat dan menyadari bahwa alasan utama Anda dipilih Pak Jokowi untuk meningkatkan kredibilitas keislaman Pak Jokowi?," tanya Najwa Shihab.
Ma'ruf Amin kemudian merasa ia tidak tahu tapi menurutnya pertimbangan yang difikirkan kubunya tidak sesederhana itu.
"Kalau soal niat saya tidak tahu, ya, namanya niat itu di sini (menunjuk dada), tetapi untuk memutuskan, untuk memilih calon presiden saya kira tidak sesederhana itu," jawab Ma'ruf Amin..
• Curhat Maruf Amin Empat Bulan Jadi Cawapres: Kalau Dulu Kan Santai jadi Kiai Biasa
Menurutnya, bisa jadi hal itu merupakan satu di antara pertimbangan lainnya.
"Yang memutuskan kan bukan hanya Pak Jokowi, bahkan juga partai-partai koalisi. Jadi tentu pertimbangannya banyak sekali aspeknya. Artinya kalau menurut saya, pertimbangan hanya sekedar elektabilitas, barangkali itu bagian daripada pertimbangan, mungkin, tapi kalau itu menjadi menurut saya," ujar Ma'ruf Amin.
"Bagian penting?," potong Najwa Shihab.
"Karena isu-isu soal islam, kriminalisasi ulama, PKI dan sebagainya itu memang isu yang sangat kencang sekali bahkan sampai sekarang dan memang memilih Kiai Haji Ma'ruf Amin sebagai cawapres tujuannya untuk mereda isu-isu itu kan?," lanjut Najwa Shihab.
Ma'ruf Amin pun menilai, jika hal itu hanya menjadi pertimbangan, bukan hanya ia saja yang akan dipilih.
"Saya fikir mungkin salah satu, tapi kan bukan satu-satunya, kalau satu-satunya kan bisa saja bukan saya yang dipilih, Pak Quraish (Quraish Shihab) misalnya," sebut Ma'ruf Amin.
Penonton langsung tepuk tangan dan tertawa saat nama ayah Najwa Shihab yang disebut Ma'ruf Amin.
"Pak Quraish bukan politisi, sedang menonton malam ini saya tahu, halo abi, tapi bukan politisi," ujar Najwa Shihab sambil tertawa.
"Artinya bisa saja itu bagian tetapi seperti saya katakan, yang memutuskan kan bukan Pak Jokowi sendiri kan. Tentu ini pertimbangannya panjang dan luas, persisnya tentu saya tidak tahu itu bagian dari mereka," ulas Ma'ruf Amin.
• Dua Kali Nama Quraish Shihab Disinggung Maruf Amin, Najwa Shihab Tunjukkan Reaksi Berbeda

Lebih lanjut, Najwa Shihab bertanya apakah isu tersebut tidak bisa dihentikan dengan kehadiran Ma'ruf Amin di kubu Jokowi.
"Katakanlah itu bukan bagian satu-satunya, tapi Anda katakan tadi itu bagian utama. Faktanya sampai sekarang isu itu masih terus bergulir, apakah bagian utama itu saja masih tidak bisa diselesaikan dengan kehadiran Ma'ruf Amin?," tanya Najwa Shihab lagi.
"Saya kira soal isu itu, siapapun yang ditaruh di situ, lawan politik itu akan terus menggunakan sisi-sisi yang menurut mereka menguntungkan," Jawab mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.
"Nah, isu ini walaupun itu hoaks itu mereka gunakan untuk melemahkan lawan saya kira, oleh karena itu ada saya ada siapapun di situ, isu itu pasti, cuman bagaimana kita meredam, meminimalisir isu itu, supaya mereka bisa padam," ungkapnya.
• Disinggung soal Kriminalisasi Ulama, Maruf Amin: Saya dan Pak Quraish Shihab Juga Bisa Kena
Ma'ruf Amin Tanggapi isu Kriminalisasi Ulama
Najwa Shihab kemudian beralih pada pertanyaan soal isu kriminalisasi ulama yang belakangan sedang marak diperbincangkan.
Isu-isu tersebut juga kerap dilayangkan untuk paslon nomor urut 01.
"Yang anti islam, isu kriminalisasi ulama, tidak memihak umat islam?," tanya Najwa.
Menanggapi pertanyaan dari Najwa, Ma'ruf Amin menuturkan bahwa yang sebenarnya dikatakan sebagai kriminalisasi adalah wujud penegakan hukum.
"Kan sudah dijelaskan bahwa itu kan bukan kriminalisasi tetapi penegakan hukum, penegakan hukum itu harus diberlakukan kepada siapa saja."
"Indonesia negara hukum menjunjung tinggi supremasi hukum pengadilan kita juga imparsial, imparsial itu independen dan tidak berpihak oleh karena itu sebenarnya tidak ada (kriminalisasi ulama)," papar Ma'ruf.
Melanjutkan penuturannya, Ma'ruf Amin menjelaskan mengungkapkan bahwa tidak ada istilah kriminalisasi ulama.
• Maruf Amin Diminta Pilih Cak Imin atau Romahurmuziy, Jawabannya Buat Riuh Penonton Mata Najwa
Menegaskan kembali, Ma'ruf bahkan mencontohkan dirinya dan Quraish Shihab juga bisa terkena isu kriminalisasi.
"Makanya Pak Jokowi juga (bilang) kalau ada yang tidak merasa puas ya itu proses hukum bisa dilakukan melalui apa namanya pra pengadilan."
"Itu soalnya proses hukum saja, itu tidak ada (kriminalisasi ulama), kalau dikriminalisasi ulama tentu saya juga kena, Pak Quraish juga kena, kan ini tidak," ucap Ma'ruf disambut tawa penonton.
Selain itu, Najwa Shihab juga menanyakan isu PKI yang dituduhkan untuk capres Jokowi.
"Presiden Jokowi terakhir menyatakan survey menyebut 6% 9 juta orang percaya Jokowi PKI," tanya Najwa Shihab.
Hal tersebut kemudian dijelaskan oleh Ma'ruf Amin.
Ia menilai nilai tersebut sudah jauh lebih menurun daripada sebelumnya.
"Ya iya saya kira kalau Pak Jokowi sudah bilang begitu kan ada data nah itu yang terus kita harus hilangkan, mungkin tadinya lebih besar lagi kan sekarang sudah tinggal segitu gitu lho, jadi saya kira besok akan berkurang," ucap Ma'ruf Amin.

Najwa Shihab kemudian menanyakan soal tanggapan Maruf Amin soal isu Jokowi merupakan anggota PKI yang berkembang tersebut.
"Dan itu tidak berdasar karena apa Pak Kiai, apa yang anda amati, bukan hanya 4 bulan masa kampanye tetapi juga berbagai interaksi dengan Pak Jokowi," ucap Najwa Shihab.
Secara tegas, Ma'ruf Amin kemudian menjelaskan bahwa Jokowi membantah isu yang dituduhkan kepadanya.
"Tidak benar lah kan Pak Jokowi kan sudah banyak menjawab bahwa beliau bukan PKI," ucap Ma'ruf Amin.
(TribunWow.com/ Roifah Dzatu Azmah/ Nila Irdayatun Naziha)