Pengaturan Skor
Tulis Surat Terbuka ke PSSI, Krishna Murti: Jangan Ubah Cinta Kami Jadi Benci
Satgas Antimafia Bola membuat surat terbuka kepada PSSI. Mereka meminta agar PSSI mengecek ulang puluhan pertandingan dan melakukan investigasi.
Penulis: Vintoko
Editor: Bobby Wiratama
TRIBUNWOW.COM - Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola, Brigjen Pol Krishna Murti membuat surat terbuka kepada PSSI.
Hal itu disampaikan Krishna Murti melalui akun Instagramnya, @krishnamurti_bd91, Sabtu (26/1/2019).
Krishna Murti mengatakan surat terbuka itu bentuk kepeduliannya kepada sepak bola Indonesia.
• Unggah Foto Tersangka Pengaturan Skor, Krishna Murti: Ini Orang Tahu Banyak, tapi Bukanya Nyicil
Dirinya menginginkan sepak bola Tanah Air bisa maju dan dipercayai kembali oleh masyarakat.
Dalam surat terbukanya, Krishna Murti meminta PSSI agar mengecek ulang puluhan pertandingan yang sudah terjadi.
Selain itu, dirinya juga meminta agar PSSI membentuk badan khusus untuk melakukan investigasi internal secara adil dan proporsional.
Krishna Murti juga mendorong agar PSSI melibatkan suporter bola dan badan yang independen dalam penyelidikan itu.
Dirinya menegaskan, surat terbuka itu bukan sebagai bentuk kebencian kepada PSSI, namun lebih karena kecintaannya kepada sepak bola Indonesia.
• Tanggapi Tudingan Settingan Gelar Juara Liga 1, Ketua PSSI Joko Driyono: Kasihan Persija Jakarta
Berikut surat terbuka Satgas Antimafia Bola kepada PSSI:
"Surat terbuka ke PSSI:
Saya pecinta sepakbola. Saya ingin sepakbola Indonesia maju. Saya ingin kami percaya kembali ke sepakbola Indonesia. Mumpung kompetisi besar belum bergulir, Sekarang waktu yg baik untuk mengecek ulang puluhan pertandingan yg sudah terjadi. Dari 2018 ditarik mundur ke tahun2 sebelumnya. Lihat Video2 nya. Lihat keputusan2 wasit yang ada. Bentuk badan khusus untuk meLakukan investigasi internal secara adil dan propporsional. Tinjau ulang keputusan2 komdis yg kontroversial. Libatkan supporter dan badan independen secara terbuka..
.
Kalau dari hasil rewiew PSSI menemukan keputusan2 wasit dianggap tdk layak secara profesional, agar lakukan bbrp langkah. Misalnya:
1. Bila kesalahan karena ketidak mampuan, maka latihlah para wasit2 tsb.
2. Bila kesalahan disengaja karena faktor lain, maka berikan sanksi berjenjang secara adil.
.
Tapi secara bersamaan, lakukan juga peninjauan ulang thd sistem pengaturan wasit. Tinjau ulang ttg aturan penggajian dan kewajiban tuan rumah untuk membiayai wasit dan perangkat.
Wasit adalah pilar pertandingan. Sudah cukup penonton berkelahi, penonton rusuh karena kesalahan wasit. Sudah cukup kemenangan2 dan kekalahan yg tdk sepatutnya karena kesalahan wasit. Sudah cukup jangan sampai wasit terlibat pidana dimasa depan. Lakukan secepatnya agar sepakbola Indonesia kembali menjadi kegembiraan bagi semua usia. Sepakbola adalah harga diri bangsa. Sepakbola bukan cuma milik pengurus PSSI yg berlindung dibalik kalimat “football family” dan “statuta FIFA”
.
Semoga ini bisa membantu memperbaiki sepakbola Indonesia. Kalau anda tdk mau mundur, setidaknya anda memperbaiki dari dalam sebagaimana harapan anda. Kadang cinta terlalu besar itu bisa melukai. Jangan rubah cinta kami jadi benci. Semoga dipahami bahwa ketika kami bertindak, bukan karena benci kami. Tapi karena kecintaan kami terlalu dalam kepada sepakbola Indonesia.. .
Dari kami yg cinta sepak bola," tulis Krishna Murti.

Surat terbuka Satgas Antimafia Bola ke PSSI yang disampaikan Krishna Murti melalui akun Instagramnya, Sabtu (26/1/2019). (Instagram/@krishnamurti_bd91)
• Sikapi Pernyataan Vigit Waluyo soal Juara Settingan, Ini Kata Persija Jakarta
Sebelumnya diketahui, Satgas Antimafia Bola sudah memeriksa sejumlah tersangka terkait kasus dugaan pengaturan skor sepak bola Indonesia.
Beberapa yang sudah diumumkan sebagai tersangka seperti Johar Ling Eng (Anggota Komite Eksekutif PSSI), Priyanto (Mantan Anggota Komite Wasit PSSI), Anik Yuni Sari (Anak Kandung Priyatno), Dwi Irianto (Anggota Komite Disiplin PSSI), dan Nurul Safarid (Wasit PSSI).
Selain itu, Satgas Antimafia Bola juga telah memeriksa beberapa saksi seperti Joko Driyono (Ketua Umum PSSI), Ratu Tisha (Sekjen PSSI), Risha Adi Wijaya (CEO PT LIB), Berlinton Siahaan (Direktur Utama PT LIB), hingga Asep Edwin (Ketua Komdis PSSI).
(TribunWow.com/Rekarinta Vintoko)