Breaking News:

Pilpres 2019

Polling Sementara Dimenangkan Prabowo, Faizal Assegaf Janji Tutup Akun jika Jokowi Kalah

Fizal Assegaf bikin dua kali polling pilpres 2019 dalam dua tahun terakhir.

Kompas.com/Sherly Puspita
Faizal Assegaf 

TRIBUNWOW.COM - Ketua Progres 98, Faizal Assegaf mengadakan polling pemilihan presiden dari dua kubu, Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Polling tersebut ia sampaikan melalui akun Twitter pribadinya, @faizalassegaf, Selasa (15/1/2019).

Ia mengatakan jika ada yang memilih Jokowi untuk me-retwit sedangkan untuk memilih Prabowo dapat dengan like.

Faizal Assegaf mengungkapkan bahwa polling ini akan dibuka hingga dua minggu ke depan.

Rilis Terbaru Survei Charta Politika: Elektabilitas Jokowi Ungguli Prabowo hingga Alasan Pemilih

Dari hasil polling nanti, dirinya berjanji untuk menutup akunnya jika kubu petahanannya kalah.

"Saya buat POLLING ulang dgn posisi terbalik:

1. Pilih @jokowi (Retweet)
2. Pilih @prabowo (Like)

Terhitung dr hari ini hingga 2 minggu ke dpn. Klu oposisi menang, saya tutup akun saya sd/ 17 April. Monggo, saya mau lihat apa masih tuding polling ini hasil rekayasa robot?

*FA*" tulis Faizal Assegaf.

Bersiap Debat Pilpres, Jokowi Sebut Tak Latihan, Prabowo Adakan Pertemuan

Hasil polling sementara dari Faizal Assegaf.
Hasil polling sementara dari Faizal Assegaf. (Twitter/@faizalassegaf)

Hingga berita ini diterbitkan, hasil sementara menunjukkan bahwa kubu Prabowo lah yang memenangkan polling tersebut.

Diketahui pemilih nomor 2, Prabowo mencapai 39.262.

Sedangkan pemilih nomor 1 Jokowi yakni 14.002.

Digelar Perdana Kamis Malam Ini, Berikut Sejumlah Aturan dalam Debat Pilpres

Sebelumnya, Faizal Assegaf juga pernah membuat polling yang sama lewat akun Twitternya, pada Minggu (12/8/2018) lalu.

Pasangan capres cawapres Prabowo-Sandiaga memenangkan vote tersebut.

Saat itu, Faizal Assegaf menuliskan walau masih 5 hari lagi polling itu akan selesai, namun telah ad 45.024 akun yang memberikan suaranya.

Debat Sengit Kivlan Zen dengan Adian Napitupulu, Najwa Shihab Pilih Nikmati Minuman di Depannya

Hasilnya 24 persen memilih Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin

Sebanyak 72 persen memilih Prabowo - Sandiaga, dan sisanya 4 persen memilih ragu-ragu atau golput.

Polling pilpres dari Faizal Assegaf pada 12 Agustut 2018.
Polling pilpres dari Faizal Assegaf pada 12 Agustut 2018. (Twitter/@faizalassegaf)

Namun pada akhirnya Faizal Assegaf mengumumkan bahwa polling tersebut dimenangkan oleh kubu Jokowi-Mar'uf.

Hasil polling dari Faizal Assegaf pada 10 Agustus 2018.
Hasil polling dari Faizal Assegaf pada 10 Agustus 2018. (Twitter/@faizalassegaf)
Hasil Polling Faizal Assegaf pada 13 Agustus 2018
Hasil Polling Faizal Assegaf pada 13 Agustus 2018 (@faizalassegaf)

Debat Perdana Pilpres

Sementara itu, diberitakan Kompas.com, debat perdana Pilpres 2019 digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (17/1/2019) malam ini.

Debat dimulai pukul 20.00 WIB di empat lembaga penyiaran, Kompas TV, TVRI, RTV dan RRI.

Tempat penyelenggaraan debat yaitu Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan.

Peserta debat perdana adalah pasangan capres cawapres, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tema yang diangkat yaitu hukum, HAM, terorisme dan korupsi. 

Debat perdana ini akan dipandu oleh dua orang moderator, mantan jurnalis Ira Koesno dan jurnalis senior Imam Priyono.

Habiskan Biaya RP 250 Juta, Begini Detail Panggung untuk Debat Pilpres 2019

Disediakan waktu selama 89 menit 55 detik dalam penyelenggaraan debat pertama.

Nantinya, debat akan dibagi ke dalam enam segmen.

Segmen pertama, penyampaian visi-misi pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Disediakan waktu selama 23 menit 15 detik untuk kedua pasangan calon memaparkan visi-misi mereka ke hadapan publik.

Segmen kedua dan ketiga adalah debat dengan metode pertanyaan terbuka. Waktu yang disediakan sekitar 31 menit.

Dalam segmen itu, moderator debat akan menyampaikan pertanyaan kepada paslon, yang mana paslon sebelumnya telah mendapat kisi-kisi pertanyaan dari KPU.

Masing-masing paslon akan diberi 1 pertanyaan dari setiap tema.

Bersiap Debat Pilpres, Jokowi Sebut Tak Latihan, Prabowo Adakan Pertemuan

Segmen keempat dan kelima adalah debat dengan metode pertanyaan tertutup. Waktu yang dialokasikan dalam segmen ini sekitar 26 menit.

Metode ini memberikan kesempatan kepada pasangan calon memberikan pertanyaan ke pasangan calon lainnya.

Segmen terakhir adalah pernyataan penutup (closing statement). Alokasi waktu untuk segmen ini 11,30 menit.

Disepakati dua kubu

Selama debat, pasangan capres-cawapres diimbau untuk tak memberikan pertanyaan spesifik mengenai contoh kasus tertentu pada paslon lainnya.

Alih-alih meminta pernyataan sikap kandidat terhadap suatu kasus, paslon diminta fokus ke penggalian visi-misi, gagasan, dan pengetahuan, sebagaimana tujuan penyelenggaraan debat.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menerangkan, tak ada hukuman tertentu jika saat debat berlangsung paslon bertanya mengenai suatu kasus ke paslon lainnya.

Rocky Gerung Buat Simulasi Debat soal Pelanggaran HAM, Fahri Hamzah: Punya Simulasi Lain Enggak?

Sebab, tak ada aturan tertulis mengenai hal ini. Meski begitu, hal ini telah disepakati oleh tim kampanye kedua paslon.

Melalui sejumlah rapat persiapan debat, kedua tim kampanye bersepakat untuk tidak saling melempar pertanyaan yang terlalu konkret.

Selain itu, kandidat juga diminta untuk memperhatikan ketentuan debat pilpres yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Menurut Undang-Undang tersebut, ada sejumlah hal yang tidak boleh dibahas dalam debat, misalnya dilarang mempersoalkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, bentuk NKRI, hingga membawa isu SARA.

Tamu undangan

Supaya debat berjalan kondusif, KPU membatasi undangan penonton debat hanya untuk 500 orang.

Undangan tersebutlah yang nantinya diperbolehkan masuk ke arena debat.

Jelang Debat Pilpres, BPN Prabowo-Sandi Klaim Sudah Siapkan Jawaban terkait Isu HAM

Dari 500 undangan, 100 undangan diperuntukan bagi pendukung pasangan calon nomor urut 01, dan 100 orang untuk pendukung paslon nomor urut 02.

Sementara 300 orang sisanya adalah undangan KPU.

Tamu undangan KPU di antaranya, para tokoh bangsa, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, tokoh pemuda, budayawan, mahasiswa hingga pegiat.

KPU juga mengundang Presiden RI ke-3 B. J. Habibie, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Termasuk, KPU juga mengundang seluruh mantan wakil presiden RI.

Di luar tamu undangan, massa pendukung diperbolehkan hadir ke lokasi, tetapi tidak diizinkan masuk ke arena debat.

KPU menyediakan dua tempat terpisah di luar arena debat bagi massa pendukung kedua paslon. Kedua massa pendukung dipisah untuk menghindari terjadinya hal-hal yang mengganggu keamanan.

Akan disediakan layar lebar di dua tempat tersebut, sehingga, meskipun tak berada di arena debat, massa pendukung tetap dapat mengikuti jalannya debat.

Respons Jokowi terkait Pidato Kebangsaan Prabowo Subianto

Dilarang provokatif

KPU meminta para tamu undangan debat tak membawa alat peraga kampanye selama menyaksikan debat. Hal ini untuk menjaga suasana debat tetap kondusif.

Untuk tetap memeriahkan suasana debat, KPU akan menyediakan alat peraga kampanye bagi para tamu undangan.

Alat peraga itulah yang boleh dibawa tamu selama menjadi penonton debat di ruangan.

Selain dilarang membawa alat peraga sendiri, KPU juga meminta para tamu tak mengenakan atribut kampanye yang provokatif.

Para tamu diminta memakai atribut yang wajar dan sesuai dengan kaidah.

Misalnya, tidak perlu mengenakan baju bertuliskan 'Jokowi Lagi' atau Jokowi 2 Periode', dan tidak perlu juga mengenakan baju bertuliskan '2019 Ganti Presiden'.

(TribunWow.com)

Ikuti kami di
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Claudia Noventa
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved