Tsunami di Banten dan Lampung

Ekonomi Nelayan Pesisir Selat Sunda Mulai Bangkit Pasca Tsunami

Delapan hari setelah musibah tsunami melanda pesisir Selat Sunda, perekonomian warga mulai tampak bergerak kembali.

Ekonomi Nelayan Pesisir Selat Sunda Mulai Bangkit Pasca Tsunami
Instagram.com/sekolahrelawan
Foto setelah bencana tsunami di Banten dan Lampung (22/12/2018) 

TRIBUNWOW.COM - Delapan hari setelah musibah tsunami melanda pesisir Selat Sunda, perekonomian warga mulai nampak bergerak kembali.

Hal ini tampak dari para nelayan yang sudah memulai aktifitas rutinnya untuk berjualan ikan.

Dikutip TribunWow.com dari YouTube Kompas TV, para nelayan di pesisir Selat Sunda utamanya di Kecamatan Panimbang berharap agar wisata di daerah tersebut bisa segera pulih.

Meskipun belum berani untuk pergi melaut, para nelayan mulai beraktifitas seperti biasa dengan berjualan ikan guna mencari pendapatan.

Para nelayan tersebut terlihat menjual dagangan mereka di dekat area pantai.

Prakiraan Cuaca 5 Januari 2019 di Sejumlah Provinsi Indonesia, Sebagian Berpotensi Angin Kencang

Menurut pengakuan Sanita, seorang nelayan di Kecamatan Panimbang, ia mulai berjualan tepat dua hari setelah tsunami menerjang, yakni pada  Senin (24/12/2018) lalu.

Ia mengaku sebenarnya masih merasakan takut dan trauma dengan terjadinya musibah tersebut.

Akan tetapi ia merasa harus kembali berjualan lantaran masih banyak kebutuhan yang perlu dipenuhi.

Ridwan Kamil akan Tata Ulang Alun-alun Jatibarang di Indramayu Tahun 2019, Konsepnya Arcade Square

"Mulai jualan dari hari Senin, dua hari setelah tsunami saya mulai jualan, karena kalau tidak jualan kan saya banyak kebutuhan jadi saya walaupun dengan rasa takut, saya terpaksa harus jualan," jawab Sanita saat ditanyai oleh jurnalis Kompas TV, Maharani.

Tetapi, Sanita mengaku tidak mengambil ikan langsung dari laut, melainkan membeli dari Pelelangan Panimbang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Laila Zakiyya Khairunnisa
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: Kompas TV
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved