Erupsi Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 1.600 Meter

Gunung Anak Krakatau kembali erupsi setelah memasuki level III (siaga) pada Kamis (3/1/2019)

Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi, Tinggi Kolom Abu Mencapai 1.600 Meter
Twitter Sutopo Purwo Nugroho
Gunung Anak Krakatau 

TRIBUNWOW.COM - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada hari Kamis (3/1/2019) pukul 12.03 WIB.

Dilansir TribunWow.com dari laman resmi vsi.esdm.go.id, erupsi Gunung Anak Krakatau telah terjadi dengan tinggi kolom abu yang teramati kurang lebih 1.600 meter di atas puncak atau 1.710 meter di atas permuakaan laut (mdpl).

Diketahui erupsi Gunung Anak Krakatau ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi 1 menit 10 detik.

Sementara itu, kolom abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut.

Pada saat terjadi erupsi, tidak terdengar suara dentuman dari gunung yang saat ini memasuki level III (siaga).

Diimbau kepada masyarakat dan wisatawan di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau untuk tidak mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari puncak kawah.

5 Hal yang Membuat Erupsi Gunung Anak Krakatau Unik dan Langka, Baru Pertama Kali Terjadi

Seperti diberitakan dari Kompas.com pada Kamis (27/12/2018), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM telah meningkatkan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada Kamis (27/12/2018) mulai pukul 06.00 WIB.

Sekretaris Badan Geologi Antonius Ratdomopurbo mengatakan, potensi bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menunjukkan hampir seluruh tubuh Gunung Anak Krakatau yang berdiameter kurang lebih 2 km.

Potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini adalah lontaran material pijar, aliran lava dari pusat erupsi dan awan panas yang mengarah ke selatan.

Sedangkan sebaran abu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin.

3 Fenomena Aneh yang Terjadi karena Erupsi Gunung Anak Krakatau, Dasar Laut Sunda Jadi Beda

Peningkatan status ini didasarkan pada hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 27 Desember 2018 pukul 05:00 WIB.

“Sehubungan dengan tingkat aktivitas Level III (Siaga) tersebut, masyarakat tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah.Saat hujan abu turun, masyarakat diminta untuk mengenakan masker dan kacamata bila beraktivitas di luar rumah," ujar Purbo di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis.

Anton meminta masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung untuk tetap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.

(TribunWow.com/ Atri Wahyu)

Ikuti kami di
Penulis: Atri Wahyu Mukti
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved