Breaking News:

Pilpres 2019

Ma'ruf Amin Dinilai Hambat Elektabilitasnya, Jokowi: Di Surveinya Kelihatan Kok

Calon presiden petahana Joko Widodo angkat bicara soal kabar Ma'ruf Amin disebut menghambat elektabilitas pasangan calon nomor urut 01.

Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin - Pasangan capres dan cawapres Pilpres 2019 

TRIBUNWOW.COM - Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) membantah kabar soal pendampingnya, Ma'ruf Amin, disebut-sebut menghambat elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 dalam Pilpres 2019.

Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com, hal tersebut disampaikan Jokowi seusai makan siang bersama di kediaman Ma'ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Jumat (28/12/20180.

Disamping Ma'ruf Amin, Jokowi menegaskan bahwa keberadaan pasangannya di Pilpres 2019 itu justru mendongkrak suara untuknya dalam Pilpres 2019 mendatang.

"Mendongkrak, siapa bilang (menghambat elektabilitas). Di surveinya kelihatan kok," ungkap Jokowi.

Sri Mulyani Sindir Pengamat yang Kritik Jokowi soal Freeport: Semakin Kosong Semakin Jumawa

Jokowi mengaku, ia juga sedikit membicarakan soal keberhasilan kampanyenya dan Ma'ruf Amin saat makan siang bersama itu.

Mereka membahas soal hasil kampanye selama beberapa bulan terakhir, serta soal hasil survei yang dilakukan oleh tim internal, juga yang dirilis sejumlah lembaga.

"Ya tadi bicara sedikit mengenai hasil survei yang ada," kata Jokowi.

Namun, menurut Jokowi, pertemuan itu hanya untuk memenuhi undangan makan siang bersama setelah melaksanakan salat Jumat saja.

"Seperti yang tadi saya sampaikan, saya diundang Kiyai Ma'ruf Amin untuk makan siang sini, tadi kita bicara urusan makan siang," jelas Jokowi.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo berkunjung ke kediaman pendampingnya, Maruf Amin, Jumat (28/12/2018) siang.
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo berkunjung ke kediaman pendampingnya, Maruf Amin, Jumat (28/12/2018) siang. (KOMPAS.com/Ihsanuddin)

Sementara itu, mengutip Kompas.com, PARA Syndicate sebelumnya menganalisis 12 hasil survei dari beberapa lembaga survei yang terkait dengan elektabilitas pasangan capres dan cawapres selama periode Agustus hingga November 2018.

Direktur Eksekutif PARA Syndicate Ari Nurcahyo mengatakan, dari hasil analisis itu, didapatkan hasil berupa tren elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menunjukkan penurunan.

"Secara umum pergerakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dari bulan Agustus sampai November itu trennya turun," ujar Ari saat merilis hasil perhitungan tersebut di kantor PARA Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/12/2018).

Ari juga mamaparkan jika peran Ma'ruf sebagai cawapres belum signifikan untuk mendulang suara.

Menurutnya, pembagian peran untuk menarik suara belum terlihat.

"Kelihatan bahwa figur Ma'ruf belum bisa mendatangkan elektoral, suara-suara untuk Pak Jokowi," kata dia.

Namun, Ma'ruf Amin membantah pendapat tersebut.

10 Kepala Daerah Deklarasi Dukung Jokowi, Mendagri Minta Gubernur Riau Beri Teguran

Ia justru mengatakan, kehadirannya sebagai pasangan dari Jokowi membuat beberapa provinsi di mana Jokowi kalah dalam Pilpres 2014 lalu, kini menjadi unggul.

"Saya sudah bekerja cukup baik ya. Yang saya bilang tadi, selama dua bulan ini saya masuk ke Jawa Timur, Jogjakarta. Bahkan ke NTB. Sekarang kami masuk ke Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Menurut survei yang saya terima semuanya itu sudah dimenangkan kami meskipun tipis," ujar Ma'ruf ketika diwawancarai Rosiana Silalahi di Kompas TV, Kamis (20/12/2018) malam.

Meski demikian, Ma'ruf tetap menghormati pendapat tersebut.

Menurutnya, boleh-boleh saja berpendapat demikian.

"Ya itu boleh saja, namanya pendapat. Bisa saja. Tapi kalau saya, bagi saya yang penting saya bekerja. Dari bulan Oktober, November, saya berkeliling. Bertemu para ulama dan mereka memberikan sambutan yang luar biasa," ujar Ma'ruf.

Profil Cawapres - Maruf Amin
Profil Cawapres - Maruf Amin (Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan)

(TribunWow.com)

Tags:
Maruf AminPresiden Joko Widodo (Jokowi)Pilpres 2019Elektabilitas
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved