Tsunami di Banten dan Lampung
Hujan Lebat dan Banjir di Pandeglang, Sutopo: Ini Sebabkan Gangguan Proses Evakuasi Korban
Terjadinya hujan lebat mengakibatkan banjir dibeberapa titik daerah Pandeglang yang menyebabkan terganggunya proses evakuasi korban tsunami di Banten
Penulis: Rinjani Alam Pratiwi
Editor: Wulan Kurnia Putri
TRIBUNWOW.COM - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho memberikan informasi terjadinya banjir di beberapa titik Pandeglang.
Melalui akun Twitter @Sutopo_PN pada Rabu (26/12/2018), Sutopo membagikan video yang memperlihatkan keadaan beberapa titik di Labuan Pandeglang mengalami banjir.
Banjir tersebut disebabkan oleh meluapnya air sungai karena hujan lebat.
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya kendala dalam proses evakuasi dan penanganan pengungsi.
"Hujan lebat menyebabkan sungai meluap dan menimbulkan banjir di beberapa titik di Labuan Pandeglang Banten.
Kondisi ini menyebabkan gangguan dalam proses evakuasi dan penanganan pengungsi," tulis Sutopo.
• Terdampar karena Tsunami Selat Sunda, Sejumlah Penyu Dilepaskan Kembali ke Laut
Dalam video tersebut terlihat air sudah menggenangi seluruh jalan.
Air yang tergenang tampak setinggi lutut orang dewasa.
Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews.com Mabes Polri mengerahkan 1.500 personel kepolisian untuk melakukan proses evakuasi korban akibat terjadinya tsunami yang terjadi di Banten dan Lampung.
• Sutopo Abadikan Video Penampakan Dampak Tsunami di Selat Sunda Melalui Survei Udara
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan saat ini proses evakuasi masih fokus ke wilayah sepanjang pantai.
"Polri saat ini sudah mengerahkan 1.500 personel. Fokus utama kita hari ketiga pasca tsunami yaitu tetap masih fokus evakuasi korban, baik korban yang masih ada di sepanjang pantai," ujar Dedi di Mabes Polri, di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (24/12/2018).
Dedi mengatakan pihak kepolisian juga mengevakuasi wilayah yang belum tersentuh oleh tim evakuasi, yakni pelosok Pandeglang dan daerah sekitar.
"Kita akan evakuasi terus menerus, baik meninggal dunia dan luka-luka. Itu kita maksimalkan, itu yang akan kita lakukan sebagai pertolongan utama," jelas Dedi.
Pihak kepolisian juga mendata kerugian material yang diakibatkan oleh bencana tsunami mulai dari rumah, fasilitas umum, hotel, tempat ibadah dan lain sebagainya.
"Semua itu masih proses pendataan, datanya terus menerus akan bertambah," ungkap Dedi.
• Suaminya Jadi Korban Tsunami Banten, Istri Bani Seventeen: Bagaimana Aku Bisa Hidup Tanpa Kamu
(TribunWow.com/ Rinjani Alam)