Piala Indonesia

Asisten Pelatih PS Tira Menyayangkan Ricuhnya Laga Kontra PSIM Yogyakarta di Piala Indonesia 2018

Asisten pelatih PS Tira, Mahruzar Nasution menyayangkan ricuhnya laga kontra PSIM Yogyakarta pada babak 64 besar Piala Indonesia 2018

Asisten Pelatih PS Tira Menyayangkan Ricuhnya Laga Kontra PSIM Yogyakarta di Piala Indonesia 2018
Tribun Jogja/Hasan Sakri
Suporter turun ke lapangan saat laga Piala Indonesia antara PS Tira melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (10/12/2018). 

TRIBUNWOW.COM - Asisten pelatih PS Tira, Mahruzar Nasution menyayangkan ricuhnya laga kontra PSIM Yogyakarta pada babak 64 besar Piala Indonesia 2018 yang berkesudahan 2-0 untuk keunggulan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (11/12/2018).

Pada laga tersebut, ribuan suporter merangsek masuk ke dalam lapangan saat waktu normal menyisakan sekira 10 menit jelang laga usai.

Kemarahan suporter diduga dipicu kepemimpinan wasit yang dinilai kerap kali merugikan PSIM di laga tersebut.

Amarah suporter disinyalir bermula menit ke-65 kala wasit tak bergeming ketika sepakan Rifky mengenai tangan pemain PS Tira di area kotak penalti.

Pelatih PSIM Yogyakarta Sesalkan Kepemimpinan Wasit Laga Kontra PS Tira di Piala Indonesia 2018

Dari pantauan Tribunjogja.com, protes diawali pelemparan botol air mineral oleh oknum suporter ke dalam lapangan.

Puncak kemarahan suporter ialah pada menit ke-80 seusai PS Tira mencetak gol kedua melalui Pandi Lestaluhu yang dinilai berbau offside.

Selain mencoba mengejar pengadil pertandingan, para pemain PS Tira juga sempat menjadi sasaran amukan dari oknum suporter sebelum akhirnya situasi dapat dikendalikan pihak keamanan.

"Kami tidak menginginkan situasi seperti ini, karena kita bermain bola di dalam lapangan. Tapi situasi massa seperti ini, tidak bisa kita hindari," kata Mahruzar Nasution.

Suporter Masuk Lapangan, Laga PSIM Yogyakarta Vs PS Tira di Piala Indonesia 2018 Dihentikan

Padahal, Mahruzar menilai jalannya pertandingan cukup berimbamg dan enak untuk dinikmati.

"Secara permainan berimbang. PSIM bagus dan memberi perlawanan juga. Enak ditonton, tapi massa masuk ke dalam lapangan, mau bilang apa," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Jogja
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved