Kabar Tokoh

Habib Bahar Bin Smith Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Ungkap Pertanyaan yang Dilontaran Penyidik

Habib Bahar kini telah ditetapkan sebagai tersangka. setelah melalui proses pemeriksaan selama 11 jam atas kasus dugaan ujaran kebencian kepada Jokowi

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Habib Bahar bin Smith tiba di gedung Bareskrim Polri Jakarta untuk menjalani pemeriksaan, Kamis (6/12/2018). Habib Bahar bin Smith diperiksa sebagai saksi terlapor terkait kasus video ceramah yang diduga menghina Presiden Jokowi dan viral di media sosial. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNWOW.COM - Habib Bahar Bin Smith ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah diperiksa Bareskrim Polri selama 11 jam.

Dilansir TribunWow.com dari Tribunnews, Kamis (7/12/2018), Kabagpenum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Syahar Diantono membenarkan penetapan status Habib Bahar sebagai tersangka.

"Benar, bahwa hasil gelar perkara penyidik, Bahar bin Smith telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Syahar melalui pesan singkat.

Syahar juga menjelaskan bahwa penetapan status tersebut seusai pemeriksaan dan penandatanganan berita acara pemeriksaan (BAP) oleh Bahar Bin Smith.

Namun, Syahar menyebutkan bahwa tidak dilakukan penahanan terhadap Habib Bahar.

Kapitra Protes Habib Rizieq Serukan Ganti Presiden di Reuni 212, Ferdinand: Seruan Guru pada Murid

"Telah dilakukan pemeriksaan, paraf dan penandatanganan BAP oleh tersangka dan pengacaranya, namun tidak dilakukan penahanan dan yang bersangkutan telah kembali," jelas Syahar.

"Alasan tidak ditahan malam ini sebab penyidik menilai Bahar tidak melarikan diri, tidak mengulangi perbuatan dan tidak menghilangkan barang bukti," lanjutnya.

Habib Bahar sempat diperiksa selama hampir 11 jam oleh penyidik Bareskrim.

Dalam pemeriksaan tersebut Bahar dicecar 29 pertanyaan oleh tim penyidik.

Kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar menuturkan akan mengajukan upaya hukum gugatan praperadilan terkait penetapan kliennya sebagai tersangka.

"Itu nanti ke depan kami diskusikan," ujarnya.

Kylian Mbappe Sebut Dirinya Sempat Berpeluang Gabung Arsenal pada Pertengahan 2017

Diberitakan sebelumnya, melalui program Apa Kabar Indonesia Malam yang disiarkan langsung di tvOne, Kamis (6/12/2018), kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar menuturkan sejumlah pertanyaan yang dilayangkan penyidik terkait video lengkap ceramah Habib Bahar.

Aziz mengatakan, pertanyaan yang diajukan pihak kepolisian masih berkisar soal pertanyaan pribadi.

"Sudah ada pemutaran video, pertanyaan masih soal pertanyaan pribadi, isi, ceramah, transkrip ceramah, juga kronologi di lokasi," jelasnya.

Aziz menjelaskan jika ceramah itu dilakukan Habib Bahar di sebuah acara Maulid di Palembang pada dua tahun lalu.

"Beliau mengisi untuk ceramah singkat, ceramahnya panjang, isinya itu bersifat menegaskan mana yang benar dan salah. Menurut saya, kasus ini harus dilihat dari sudut pandang di sisi agama juga," paparnya.

Polisi menetapkan penceramah Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam perkara dugaan ujaran kebencian setelah diperiksa hampir 11 jam.
Polisi menetapkan penceramah Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dalam perkara dugaan ujaran kebencian setelah diperiksa hampir 11 jam. (TRIBUNNEWS/REZA DENI)

Video Angin Puting Beliung Terjang Kota Bogor, Atap Rumah Rusak hingga Pohon Tumbang Timpa Angkot

Tak hanya itu, soal penyebutan etnis China, Aziz menerangkan jika isi ceramah Habib Bahar bukan untuk menyerang etnis tertentu.

"Isinya itu soal negara, ada Amerika, Rusia, China, bukan etnis tertentu," jelasnya.

Aziz juga menuturkan, pemanggilan yang ditujukan pada Habib Bahar baru satu kali, bukan dua kali, seperti yang kerap diberitakan.

"Panggilannya baru sekali, bukan dua. Sampai sekarang masih diperiksa, masih proses pemeriksaan," katanya.

Sedangkan pelaporan kasus dugaan pencemaran tersebut dilakukan oleh Relawan Jokowi Mania, Immanuel Ebenezer.

Immanuel menuturkan bahwa yang ia laporkan adalah video utuh Habib Bahar bukan potongan.

Vietnam dan Malaysia akan Bertemu di Final Piala AFF 2018

"Yang kita laporkan itu video utuh, lengkap. Tidak ada satupun yang terpotong atau terputus dari apa yang kita laporkan. Kalaupun ada video beberapa menit itu, itu kita dapatkan dari Youtube juga, untuk mempermudah laporan kita aja," paparnya.

Immanuel lantas membeberkan alasan mengapa pihaknya melaporkan Habib Bahar ke polisi.

"Karena kita kan negara hukum, kita harus bisa jadi bangsa yang beradab," ujarnya.

"Kita melapor bukan dari data kosong, bukan hoaks. Kita melaporkan karena ada beberapa diksi yang mengandung ujaran kebencian," ungkapnya.

Ia juga menyebutkan sejumlah ucapan yang diperkarakan oleh pihaknya.

"Misalnya soal buka celananya Jokowi, dia itu haid. Jokowi itu laki-laki. Dan apa korelasi isi ceramahnya dengan haid?," paparnya.

6 Makanan Sehat yang Ampuh Mencegah Jerawat di Wajah, Bisa Dicoba Guys!

"Kedua itu dia sampaikan Jokowi itu banci. Jokowi punya istri, punya anak," tambahnya.

Ia menilai apa yang diungkap Habib Bahar tidaklah pantas.

"Apalagi disampaikan di acara dakwah, ya itu tidak pantas," katanya.

"Dia keturunan Nabi, dia habib, nggak pantas loh menyampaikan perkataan seperti itu yang disampaikan di depan umum," tegas Immanuel.

Immanuel menjelaskan jika hak untuk menyampaikan pendapat di Indonesia itu dilindungi oleh undang-undang.

Lanjutnya Immanuel tak melarang dakwah dilakukan, namun karena ia menduga ceramah Habib Bahar mengandung ujaran kebencian, ia merasa tak pantas.

"Selain soal hate speach, yang dihina itu kan pemimpin bangsa. Itu tidak pantas. Kita sebagai anak bangsa marah," ucapnya.

"Jangankan anak bangsa, ketika ada organisasi, pemimpinnya kita hina aja, kita bisa kena pidana. Apalagi pemimpin bangsa ini," imbuhnya.

Ungkap Alasan Laporkan Habib Bahar, Relawan Jokowi Mania: Kita Harus Bisa Jadi Bangsa yang Beradab

Immanuel menjelaskan, Relawan Jokowi Mania nekat melaporkan Habib Bahar karena menurutnya hal tersebut tidaklah baik untuk Indonesia ke depan.

"Ini kan tidak baik untuk kita kedepan dalam berdemokrasi. Yang buat kami tidak nyaman adalah ketika dia menyampaikan ujaran kebencian pada publik yang menurut kita ini tidak pantas," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
Penulis: Roifah Dzatu Azma
Editor: Astini Mega Sari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved