Kabar Tokoh

Ditanya Lebih Enak Zaman SBY atau Jokowi, Yusril Ihza Mahendra: Semua Itu Enggak Ada Enaknya

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal sosok tokoh politik hingga penilaian zaman pemerintahan di Indonesia

Ditanya Lebih Enak Zaman SBY atau Jokowi, Yusril Ihza Mahendra: Semua Itu Enggak Ada Enaknya
WARTA KOTA
Yusril Ihza Mahendra 

Menanggapi hal itu, Yusril Ihza Mahendra tidak memberikan bantahan.

"Memang betul sekali, politik itu take and give ada hitungan-hitungan yang rasional, bukan semata-mata komitmen, emosional seperti mungkin yang dilakukan oleh orang awam dalam melihat persoalan-persoalan politik," ujar Yusril Ihza Mahendra.

Yusril Ihza Mahendra mengaku jika dalam dunia politik harus realistis dengan mengesampingkan persoalan suka ataupun benci.

"Kami ini memang sudah lama terjun ke politik, karena itu saya melihat persoalan-persoalan politik itu tidak bisa hanya persoalan suka atau tidak suka, benci atau tidak benci. Tapi bagi saya yang paling penting adalah politik harus realistik," jelas Yusril Ihza Mahendra.

"Saya ketua umum PBB, walaupun dalam hal menjadi lawyer ini tidak mengaitkan partai. Tapi sedikit banyaknya ada sentuhan kepada partai," imbuh dia.

Di sisi lain, dirinya mengatakan jika PBB masih punya kepentingan politik.

Terlebih kepentingan politik untuk kembali lagi ke DPR.

"Saya berpikir begini, bahwa PBB punya kepentingan. Kepentingannya adalah supaya PBB kembali lagi ke DPR dan punya fraksi di sana."

"Ini sudah 10 tahun PBB terpuruk, tidak punya wakil di DPR dan 10 tahun ini bukan saya ketuanya, itu harus dimaklumi," ujar Yusril Ihza Mahendra.

Saat menjadi kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril mengaku ada anggapan dirinya hendak menenggelamkan PBB.

"Ada yang bilang Yusril mau nenggelamkan PBB karena menjadi lawyer Jokowi-Ma'ruf Amin, saya bilang 'emang selama ini PBB belum tenggelam?'. Sudah lama PBB ini tenggelam, saya ini disuruh jadi ketua untuk membangkitkan kembali PBB ini dan saya menggunakan cara-cara saya sendiri," tandas Yusril Ihza Mahendra.

Soal Klaim Yusril, Sekjen Gerindra: Persoalan Ini Sudah Selesai ketika Pak Yusril ke Kubu Jokowi

Langkah Selamatkan PBB

Saat ditanya kembali alasan memilih menjadi kuasa hukum pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menegaskan itu juga sebagai langkah menyelamatkan partainya, PBB.

"Politik itu tidak bisa benci-suka, politik itu harus realistik juga, PBB kan punya kepentingan. Dua kali pemilu, PBB hancur total tidak punya perwakilan satu pun di DPR tidak ada menteri pejabat apapun dari PBB."

"Dan saya dipilih kembali menjadi ketua umum PBB ini menggantikan Pak MS Kaban setelah 10 tahun beliau memimpin partai ini dengan tugas adalah untuk menyelamatkan partai."

"Dengan indikator yaitu adanya fraksi PBB kembali di DPR jadi saya memang realistik mencapai itu dan saya melihat di antara kemungkinan-kemungkinan ini apa yang harus saya lakukan tentu kita harus kampanye," beber Yusril.

Simak video selengkaonya di bawah ini:

(TribunWow.com/ Rekarinta Vintoko)

Ikuti kami di
Penulis: Vintoko
Editor: Astini Mega Sari
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved