Terkini Daerah

Merpati Airlines Batal Pailit, Menhub Minta Syarat Penerbangan Harus Dipenuhi agar Bisa Terbang

PT Merpati Airlines batal pailit setelah mendapatkan proposal perdamaian, Hal tersebut ditanggapi Menhub agar Merpati sipkan syarat penerbangan

Merpati Airlines Batal Pailit, Menhub Minta Syarat Penerbangan Harus Dipenuhi agar Bisa Terbang
Kompas.com/KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
PT Merpati Nusantara Airlines 

TRIBUNWOW.COM - Setelah proposal perdamaian PT Merpati Nusantara Airlines dengan kreditornya dikabulkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya, kini Merpati Airlines batal pailit dan dapat melakukan penerbangan kembali.

"Majelis hakim mengesahkan proposal perdamaian yang diajukan Merpati," ujar Coporate Secretary PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), Edi Winarto, Rabu (14/11/2018) dikutip TribunWow dari Kompas.com.

Menurut Edi dengan diterimanya proposal perdamaian tersebut, Merpati Airlines bisa kembali beroperasi.

5 Cara Ridwan Kamil Mengubah Kota Cirebon agar Jadi Destinasi Kota Wisata Keren se-Indonesia

"Mudah-mudahan dengan disetujuinya proposal perdamaian, Merpati bisa kembali beroperasi," kata Edi.

Edy menambahkan, membutuhkan proses yang lama agar Merpati Airlines kembali bisa melakukan penerbangan, pasalnya harus ada persetujuan DPR terlebih dahulu.

"Untuk proses pengoperasian kembali memang masih perlu waktu karena masih harus ada persetujuan DPR dan implementasi dari proposal perdamaian," ucapnya.

Untuk diketahui, PT Merpati Airlines dapat beroperasi kembali setelah mendapatkan suntikan dana dari Intra Asia Corpora sebesar Rp 6,4 triliun.

Terjadi Gempa - Mamasa Diguncang 5 Kali Gempa Beruntun, Beberapa Daerah Lain Juga Rasakan Getaran

Namun, suntikan dana tersebut akan diterima oleh Merpati Airlines secara bertahap menunggu putusan hukum yang tinggal menunggu kondisi keuangan Merpati pada Rabu (14/11/2018).

Diketahui sebelumnya, Merpati tercatat mempunyai kewajiban utang senilai 10,59 triliun.

Terdiri dari tagihan kreditur preferen (prioritas) senilai Rp 1,09 triliun, konkuren (tanpa jaminan) senilai Rp 5,99 triliun, dan separatis sebesar Rp 3,87 triliun.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Nila Irdayatun Naziha
Editor: Wulan Kurnia Putri
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved