Breaking News:

Kabar Ibu Kota

Prasetyo Edi Marsudi Ungkap Alasan Jokowi Enggan Bawa Tamu Kenegaraan ke Pasar Tanah Abang

Presiden Joko Widodo tidak berani mengajak tamu kenegaraan untuk berkunjung ke Tanah Abang, kumuh dan macet menjadi alasannya.

Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pedagang Kaki Lima (PKL) memadati trotoar di Kawasan Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2017). 

TRIBUNWOW.COM -Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mempertanyakan perkembangan pembangunan Skybridge (jembatan multi guna) di Tanah Abang'>Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hal tersebut disampaikan oleh Prasetyo Edi Marsudi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak lagi berani mengajak tamu kenegaraan ke Tanah Abang'>Pasar Tanah Abang.

Menurut Edi Marsudi, kondisi Tanah Abang'>Pasar Tanah Abang saat ini kembali kumuh, itu menjadi satu di antara alasan Jokowi tidak mengajak tamu kenegaraan ke sana.

Menurut Prasetyo, Jokowi juga khawatir jika kunjungannya ke tanah abang nantinya malah menambah kemacetan yang terjadi disana.

Viral Aksi Dirinya Melangkahi Makam Pendiri NU, Sandiaga Uno Meminta Maaf

Diketahui, Jokowi sebelumnya beberapa kali mengajak tamu kenegaraan untuk datang dan berbelanja di pasar tanah abang sebagai pusat grosir tekstil terbesar se-Asia Tenggara.

"Sekarang Presiden enggak berani karena kekumuhan itu terjadi, dan dia juga kalau masuk ke situ akhirnya menghambat dan kemacetan di mana-mana," kata Prasetyo di DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018), dikutip dari Tribunnews.com.

Dari pertimbangan tersebut, kemudian Presetyo meminta Pemprov DKI agar benar-benar memperhatikan penaatan kawasan tanah abang yang menjadi salah satu destinasi wisata dan juga ikon Ibu Kota Jakarta.

Cara Dapatkan Promo HokBen, McD dan Starbucks Hari Ini, Beli Minuman Kedua di SB Hanya Rp 5 Ribu

"Di situ sekarang jadi tempat kumuh lagi. Jadi saya minta konsentrasi sekali di daerah Jakarta Pusat, karena pasar Tanah Abang ikon Indonesia, dan UMKM," terangnya.

Sementara itu, terkait pembangunan Skybridge, Prasetyo mengatakan dapat menimbulkan permasalahan baru.

"Skybridge nanti kan mereka di atas, bagaimana yang di bawah? Apakah yang di bawah setelah ditertibkan satpol PP mungkin apalah bentuknya dia disuruh ke atas? apakah yang di bawah tidak ada?," ujarnya.

Tak hanya Ganteng, Jonathan Bauman jadi Favorit Bobotoh Geulis karena Hal berikut

Saat ini Pemprov DKI Jakarta masih menunda  untuk membuka  skybridge Tanah Abang, Jakarta.

Ternyata, keterlambatan ini disebutkan oleh Ombudsman DKI Jakarta karena ada lima hal yang belum disepakati oleh Pemprov DKI Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Dari situ terbongkar sebetulnya memang belum ada kesepakatan terkait dengan lima isu," kata Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P Nugroho.

Lima hal yang belum disepakati tersebut, diantaranya berkaitan dengan arus, penumpang, permasalahan aset, pintu penghubung skybridge menuju Stasiun Tanah Abang, sarana-prasarana pendukung skybridge dan soal keamanan.

Ditanya Ruhut Sitompul soal Kubu yang Dibela di Pilpres 2019, Ini Jawaban Rocky Gerung

"Jadi sebetulnya PT KAI bersedia membuka gerbang, tembok Stasiun Tanah Abang itu selama Pemprov bisa menjamin beberapa hal, yaitu terkait asetnya," ujar Teguh.

Namun menurut Teguh, sampai saat ini Pemprov belum melakukan pembicaraan serius dengan PT KAI.

"Pemprov selalu mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan PT KAI, PT KAI menyatakan setuju. Tapi ternyata tidak ada perbincangan intensif," jelasnya.

Sebelumnya, skybridge seharusnya selesai pada 15 Oktober 2018, namun akhirnya ditunda hingga akhir November 2018.

 (TribunWow.com/Nila Irda)

ANDA MUNGKIN MENYUKAI
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved