Pesawat Lion Air Jatuh

Tak Berani Ceritakan Penemuannya, Agus Sulaiman Penyelam untuk Evakusi Lion Air JT-610 Menangis

Penyelam dalam pencarian Lion Air JT 610 PK-LQP tak kuasa menangis dan tak berani ceritakan penemuannya di dasar perairan Karawang, Jawa Barat.

Tak Berani Ceritakan Penemuannya, Agus Sulaiman Penyelam untuk Evakusi Lion Air JT-610 Menangis
Capture Kompas TV
Tim penyelam, baik dari Basarnas maupun TNI AL, diterjunkan untuk mencari para korban di dalam badan Pesawat Lion Air JT 610 yang diperkirakan berada di kedalaman 30-35 meter di perairan Karawang, Jawa Barat. Pencarian bawah laut sudah dilakukan sejak hari kejadian pada Senin (29/10/2018) 

TRIBUNWOW.COM - Proses evakuasi korban dan puing Pesawat Lion Air JT 610 PK-LQP masih berlangsung, di antaranya dilakukan penyelaman di daerah perairan Karawang, pada Selasa (6/11/2018).

Para penyelam yang turut melakukan pencarian memiliki banyak cerita ketika berada di bawah perairan Karawang.

Setelah penyelam Syachrul Anto dinyatakan meninggal karena mengalami dekompresi, pada Sabtu (3/11/2018), cerita penyelam lainnya dibagikan Agus Sulaiman.

Di Hadapan Pemilik Lion Air, Keluarga Korban JT-610 Minta Rusdi Kirana Perbaiki Manajemen

Dikutip TribunWow.com dari Instagram @hariankompas, Agus Sulaiman merupakan penyelam 43 tahun yang sudah ikut proses evakuasi Lion Air dalam dua kali penyelaman.

Itu juga bukan pertama kalinya Agus menjadi penyelam sukarelawan kegiatan dari SAR.

Namun, kali ini ia merasa terguncang hatinya setelah menyelam dalam proses pencarian penumpang Lion Air JT 610.

Keluarga Korban Lion Air JT 610 Ikuti Doa Bersama dan Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat

“Saya hanya bisa menangis di dalam air,” kata Agus Sulaiman.

Selain menangis, Agus juga tidak berani bercerita banyak soal apa yang dilihat dan ditemukannya di dasar laut.

Rekaman soal pengalamannya tersebut hanya berani ia simpan dalam ingatan serta kamera yang dibawanya.

Diberitakan sebelumnya, rekannya yang bertugas sama dengannya, Syachrul Anto, meninggal setelah sempat dilarikan ke RSUD Koja dalam keadaan tidak sadar ketika bertugas.

Menteri Pergubungan, Budi Karya Sumadi, turut menyampaikan belasungkawa terhadap Syachrul Anto.

Budi Karya menyebut, Syachrul Anto merupakan pahlawan aviasi.

KNKT: Mesin Pesawat Lion Air PK-LQP JT 610 Masih Menyala saat Menyentuh Permukaan Air Laut

"Kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat merasakan kerisauan yang mendalam dari keluarga korban, awak pesawat, atas kehilangan orang-orang terkasih," kata Budi Karya dalam pertemuan antara tim SAR gabungan dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang digelar di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Senin (5/11/2018).

"Saya juga menyampaikan duka cita atas gugurnya satu pahlawan aviasi, yaitu Bapak Syachrul Anto, yang tergabung dalam tim SAR yang bertugas untuk mengevakuasi korban," sambungnya yang dikutip dari Kompas.com. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Mohamad Yoenus
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved