Pilpres 2019

Sebelum Jadi Lawyer Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra Sempat Diajak Gabung Prabowo-Sandi

Koordinator Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, pihaknya sempat berkomunikasi dengan Yusril Ihza Mahendra.

Sebelum Jadi Lawyer Jokowi-Maruf, Yusril Ihza Mahendra Sempat Diajak Gabung Prabowo-Sandi
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Yusril Ihza Mahendra, saat wawancara di kantor redaksi Kompas.com, Jakarta, Selasa (5/4/2015). 

TRIBUNWOW.COM - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak menuturkan, pihaknya sempat berkomunikasi dengan Yusril Ihza Mahendra.

BPN menilai Yusril merupakan sosok yang potensial untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga pada Pilpres 2019.

"Dengan semua pihak yang potensial pasti dibuka komunikasi. Namun, semua keputusan dan alasan membuat keputusan untuk mendukung tentu tergantung dari pribadi masing-masing termasuk Pak Yusril," ujar Dahnil saat dihubungi, Selasa (6/11/2018).

Yusril sempat menjadi kuasa hukum pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014.

Yusril juga kerap mengkritik kebijakan Pemerintah Presiden Joko Widodo.

Belakangan, Yusril menjadi kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melawan pemerintah.

Soal Yusril Ihza Mahendra Jadi Kuasa Hukum Jokowi-Maruf, Ali Ngabalin: Saya Tahu Kredibilitasnya

Namun, Dahnil tak mengetahui alasan Yusril lebih memilih merapat ke kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Saya tidak tahu kalau alasan itu," kata Dahnil.

Kendati demikian, Dahnil mengatakan, pihaknya menghormati keputusan Yusril menjadi pengacara bagi pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Bahkan, ia menyebut pilihan menjadi pengacara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan keputusan yang baik untuk Yusril.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved