Pesawat Lion Air Jatuh
Basarnas Rencanakan Perpanjang Operasi Pencarian Korban Pesawat Lion Air Jatuh
Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengungkapkan rencana untuk memperpanjang operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610
Penulis: Maria Novena Cahyaning Tyas
Editor: Mohamad Yoenus
TRIBUNWOW.COM - Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi mengungkapkan rencana untuk memperpanjang operasi pencarian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610, dilansir TribunWow.com dari KompasTV, Selasa (30/10/2018).
"Memang kita punya SOP, pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan itu tujuh hari, tetapi dalam tujuh hari itu kalau masih ada yang belum ditemukan kita tambah tiga hari menjadi 10 hari," ujar Kepala Basarnas saat menggelar konferensi pers terkait pencarian korban jatuhnya Lion Air JT 610, Selasa (30/10/2018).
"Apabila setelah 10 hari kita analisa, masih ada kemungkinan untuk bisa ditemukan, kita akan terus sampai dimana itu," imbuhnya.
Muhammad Syaugi menyebut langkah ini perlu dilakukan lantaran ia menganggap para korban adalah saudara-saudara seluruh masyarakat Indonesia, sehingga harus all-out.
Ia juga mengungkapkan harapannya agar semua korban bisa ditemukan.
• Selain 37 Kantong Jenazah, 52 Kartu Identitas Ditemukan pada Evakuasi Lion Air JT 610
Selain itu, Muhammad Syaugi juga menyebut bahwa semua barang bukti insiden tersebut yang berada di permukaan laut telah diamankan seluruhnya oleh pihak yang berwenang.
Kepala Basarnas juga menyebutkan bahwa mulai Selasa ini, mereka telah mulai menggunakan alat yang disebut dengan 'multibeam echosounder' yang bertujuan untuk melihat situasi di bawah permukaan laut serta memiliki scanning yang cukup luas.
Meskipun telah menggunakkan multibeam echosounder, Muhammad Syaugi menegaskan bahwa operasi dengan cara penyelaman masih terus dilakukan.
Hal ini disebabkan karena Basarnas masih memerlukan orang yang berada di bawah permukaan laut.
"Penyelaman tetap dilakukan, bagaimanapun juga kita perlu ada orang di bawah," tegasnya.
• Banyak Berita Hoaks soal Lion Air JT 610, Polisi akan Usut serta Sutopo Ajak Netizen untuk Cerdas
Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Basarnas telah memutuskan untuk memperluas area lokasi pencarian korban dan badan pesawat mulai Selasa (30/10/2018).
Diketahui area pencarian diperluas menjadi 10 nautical mile atau 9,2 kilometer dari titik yang diduga tempat jatuhnya pesawat.
Sebelumnya, pencarian ini dilakukan hanya seluas 5 nautical mile.
Pesawat Lion Air JT 610 dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
• Tanggapi Lion Air JT 610 yang Jatuh, Jusuf Kalla Tegur Menhub dan Pastikan Asuransi Turun
Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten.
Sedianya, pesawat itu mendarat di Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB.
Pesawat yang baru beroperasi pada 15 Agustus 2018 itu diketahui membawa 189 orang, yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 orang anak, 2 bayi, dan 8 awak pesawat. (*)