Kabar Tokoh

Jokowi: Kalau Takut Dilimbur Pasang, Jangan Berumah di Tepi Pantai

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan imbauan pada masyarakat soal pembangunan rumah yang berkaitan dengan bencana.

Jokowi: Kalau Takut Dilimbur Pasang, Jangan Berumah di Tepi Pantai
Facebook/ BNPB Bey Machmudin
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Jokowi beserta rombongan menuju lokasi gempa dan tsunami seusai rapat terbatas. 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan imbauan pada masyarakat soal pembangunan rumah yang berkaitan dengan bencana.

Hal ini dituliskan melalui Twitter resmi @Jokowi, Jumat (19/10/2018).

Akun tersebut menuliskan imbauan bahwa tidak ingin dibanjiri air laut yang pasang, maka Jokowi menyarankan untuk tidak membangun rumah di tepi pantai.

Hal ini disampaikan Jokowi karena Indonesia berada di dalam lingkaran cincin api Pasifik.

Namun, jika sudah terlanjur membangun rumah di tepi pantai, maka Jokowi menyarankan untuk membuat rumah tahan gempa.

"Kalau takut dilimbur pasang, jangan berumah di tepi pantai.

Kita hidup dalam lingkaran cincin api Pasifik dengan sejarah bencana yang panjang, jangan bangun rumah di lokasi rawan bencana. Kalau tidak bisa pindah, bangunannya harus tahan gempa.

Bukan membangun rumah semaunya," kicau akun @Jokowi.

Kicauan Jokowi
Kicauan Jokowi (Capture Twitter)

Angkat Bicara soal Teguran Jokowi, Dirut: BPJS Kesehatan Berada di Bawah Presiden secara Langsung

Ia juga mentautkan foto dirinya yang ditemani Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan HAM Wiranto.

Dilansir dari Setkab.co.id, selain mengimbau melalui akun sosial media miliknya, Jokowi juga meminta masyarakat untuk tanggap bencana.

Permintaan itu disampaikan Jokowi ketika memberikan sambutan di acara penyerahan beasiswa kepada mahasiswa terdampak bencana alam di halaman luar Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok Tengah, Kamis (18/10/2018).

“Apa yang perlu kita lihat dari peristiwa-peristiwa ini? Ya bahwa kita memang berada di dalam garis cincin api, lingkaran garis cincin api yang itu harus kita terima. Tetapi yang paling penting menurut saya jangan sampai kewaspadaan kita itu, kesiapan kita itu tidak ada,” kata Jokowi, Jumat (19/10/2018).

Jokowi juga menyampaikan agar tata ruang dan tata kota di titik-titik yang berada di cincin api benar-benar diperhatikan.

Selain itu, Kepala Negara juga mengimbau agar masyarakat mengikuti pelatihan tanggap bencana.

Pelatihan tanggap bencana itu bertujuan agar masyarakat tahu apa yang harus dilakukan pertama kali ketika terjadi bencana. (TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Ikuti kami di
Penulis: Tiffany Marantika Dewi
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved