Breaking News:

Terkini Daerah

Pembunuhan Satu Keluarga di Deli Serdang, Polisi Sudah Kantongi Nama Pelaku dan Motifnya

Polda Sumatera Utara, kini sudah mengantongi salah satu identitas pelaku sadis pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang.

Editor: Wulan Kurnia Putri
Tribun Medan
Pihak kepolisian sudah mengamankan enam orang yang terindikasi terkait dalam pembunuhan satu keluarga di Tanjungmorawa, Kabupaten Deli Serdang. 
 
TRIBUNWOW.COM - Polda Sumatera Utara, kini sudah mengantongi salah satu identitas pelaku sadis pembunuhan satu keluarga di Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang.
Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan bahwa saat ini, sudah mengantongi pelaku sadis tersebut.   

"Saat ini, kita masih memburu pelaku pembunuh sadis satu keluarga di Deli Serdang," kata Tatan di Polda Sumut, Senin (15/10/2018).     

Tatan menambahkan, Polda Sumut saat ini sudah membentuk tiga tim khusus gabungan Polres Deli Serdang dan Krimsus Poldasu untuk mengejar para pelaku.

"Dua tim dari Poldasu dan 1 tim dari Polres Deli Serdang sudah kita sebar memburu para pelaku," jelas Tatan.

Dari hasil penyelidikan, motif penculikan dan pembunuhan manager PT Domas, Muhajir dan keluarganya diduga perampokan.

"Kita sudah mengantongi nama salah seorang pelaku dengan motif perampokan," ungkap Tatan.

Saat ini, polisi masih terus mencari tahu dimana keberadaan istri korban Muhajir.

Sebelumnya polisi sudah menemukan jasad anak Muhajir.

Saat ini masih mencari keberadaan seorang lainnya.

Perlu diketahui, hilangnya Muhajir bersama istri dan putranya di ketahui pada Selasa (9/10/2018).

Jasad korban Muhajir, ditemukan disungai Blumei, Tanjung Morawa, pada Kamis (11/10/2018) dalam kondisi tewas mengenaskan dengan tangan dan kaki terikat.

Sebelumnya jasad Muhajir ditemukan tanpa identitas mengambang di aliran sungai Blumai, Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deliserdang sempat menghebohkan warga.

Setelah diselidiki, ternyata jenazah pria dengan tangan dan kaki terikat itu adalah Muhajir (49) warga Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa.

Dugaan sementara, korban ini tewas setelah dibunuh.

"Setelah dilihat oleh anaknya, jenazah yang mengapung ini adalah bapaknya (Muhajir).

Anaknya mengenali dari ciri-ciri tubuh dan pakaian," kata Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Budiono Spautro, Kamis (11/10).

Menurut anak pertama Muhajir bernama Desi Rahmawati, ayahnya itu sudah hilang dari rumah sejak tiga hari.

Muhajir hilang bersama istrinya Sumiati (49) dan anaknya M Solihin (12).

"Sekarang ini kan tubuh korban sudah memutih. Makanya kita tunggu saja hasil autopsinya. Minimal bisa dipastikan lewat sidik jari," ungkap Budiono.

Sementara itu, warga di pinggiran sungai Blumai mengatakan, jasad Muhajir pertama kali ditemukan oleh saksi Faisal (29) dan Jaya (53).

Pagi itu, kedua saksi yang tengah beraktivitas di bantaran sungai melihat sesosok tubuh manusia mengambang sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah penemuan, kedua saksi melapor pada Kepala Dusun I, Hasbullah Hadi.

Ketika kabar penemuan mayat menyebar, ratusan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Sayangnya, semula warga mengaku tidak ada yang mengenali jasad tersebut.

Sebab, tidak ditemukan adanya tanda pengenal pada tubuh korban.

Ketika ditemukan, jenazah Muhajir masih mengenakan baju kaos putih dengan motif warna biru di bagian lengan.

Di kaus yang dikenakan Muhajir, terdapat tulisan " Desse".

Meski masih mengenakan kaus, celana Muhajir sudah tidak ada lagi.

Ia hanya mengenakan celana dalam berwarna hitam.

Saat tubuhnya dievakuasi dari dalam sungai, terlihat tubuh Muhajir sudah memutih karena terlalu lama di dalam air.

Kedua tangan dan kakinya masih terikat tali nilon warna kuning.

Diperkirakan, korban sudah tewas tiga hari sebelumnya, sebagaimana keterangan anak korban yang mengatakan ayahnya hilang sejak tiga hari lalu.

Kapolsek Talun Kenas, AKP Hotman Samosir yang turun ke lokasi kejadian tampak mencermati jenazah korban.

Ia terlihat meminta sejumlah personel memintai keterangan saksi-saksi.

Namun, ketika dikonfirmasi, perwira berpangkat tiga balok emas di pundak ini mengaku masih melakukan penyelidikan.

Katanya, sementara waktu jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara Tingkat II Medan untuk dilakukan autopsi.

Rumah Korban Kosong

Kepala Desa Bangun Sari Baru, Juniardi mengatakan rumah Muhajir di Dusun III, Gang Rasmi, Lorong Rambutan sudah tiga hari dalam keadaan kosong.

Warga sekitar juga sempat mencari korban, karena saat handphonenya (HP) dihubungi, tidak ada yang mengangkat.

Warga mulai curiga lantaran beberapa hari ini tidak melihat anak Muhajir yang paling kecil pergi sekolah.

"Biasanya anaknya (Muhajir) ini kalau pergi sekolah naik becak dan menunggu di simpang.

Tapi hari Selasa (9/10) kemarin, anaknya tidak kelihatan.

Sehingga, tukang becak dan teman anaknya itu pergi ke rumah mengecek," kata Juniardi. Saat dicek, pagar rumah Muhajir tertutup, tapi pintu rumah terbuka.

"Anaknya korban ini ada tiga. Yang paling besar (Desi) tinggal gak jauh dari rumah orangtuanya," kata Juniardi.

Namun, anaknya yang paling besar juga tak tahu kemana ayah dan ibunya.

Anaknya baru tahu ayahnya meninggal setelah jasad ayahnya ditemukan di sungai Blumai. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Pembunuhan Sadis Satu Keluarga Muhajir, Polisi Kantongi Nama Pelaku Berikut Motifnya

Sumber: Tribun Medan
Tags:
Pembunuhan sadisPembunuhanKasus Pembunuhan
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved